Minggu, 14 Februari 2010

Sepenggal Masa Lalu (Chapter 3)

Chapter 3
Kekecewaan Aira


Sudah dua hari Aira tidak menemukan sosok Alvian. Kemana gerangan sang pujaan hati? Aira kembali membuka jendela kamarnya, dan melihat rumah mewah milik keluarga Alvian. Memperhatikan balkon kamar Alvian yang seperti tidak terurus. Mendadak saja ia terkejut melihat sosok Alvian. Dan segera keluar dari kamarnya menuju balkon. Dengan antusias ia memanggil nama Alvian dari jauh.

"Alvian...!" teriaknya. "Alvian! Ini aku, Aira!" panggilnya lagi. Namun Alvian tidak bergeming barang sedikit pun. Acuh tak acuh, cuek dan sombong.

"Sombong banget, sih!" rutuk Aira kesal. Dari jauh Aira melihat seorang gadis menghampiri Alvian sambil membawakan segelas jus buah. Terlihat mesra seperti sepasang kekasih. Aira terlihat cemburu. Wajahnya berubah cemberut.

"Siapa dia?" tanya Aira dalam hati. "Ugh! Itu pasti pacarnya Alvian!" sewotnya dengan hati belah. "Dasar buaya!"

Aira bergegas saja meraih ponsel di meja belajarnya. Kemudian menekan nomor telepon Alvian. Nyambung....

"Halo...." sapa Alvian berat. Suara itu mengingatkan Aira pada sebuah kenangan manis yang pernah mereka rasakan. Tapi kini Aira berusaha untuk melupakannya.

"Kamu egois, Al. Kamu keterlaluan!" suara Aira mendadak saja meninggi. Alvian yang tidak tahu menahu masalahnya mendadak saja menjadi heran.

"Halo, ini siapa ya?" tanya Alvian lagi dengan suara berat.

"Nggak usah basa-basi, Al! Aku sangat kecewa padamu. Tahukah kamu, betapa hancur hatiku mengharapkan dirimu. Tapi kamu begitu apatis. Kamu buaya, Al. Aku benci melihatmu! Dan aku tidak ingin melihatmu lagi!" sergah Aira, semakin ketus.

Alvian yang di seberang sana mendengarkan makian itu dengan pilu. Berusaha mengingat kembali sebuah suara yang dulu sangat dikaguminya.

"Aira... kamukah itu?" gumam Alvian dengan suara serak. Matanya mulai merebak. Berkaca-kaca dan menetes tanpa sengaja.

"Hm, ternyata ingatanmu masih tajam juga, Al!" tukas Aira lagi.

"Aira, maafkan aku. Aku tidak bermaksud...."

"Sudahlah, Al. Aku kecewa padamu! Nikmati saja hari-harimu. Mungkin kamu lebih baik begitu."

Hati Alvian seakan teriris pedih. Ia menelan air liurnya dengan pahit.

"Aira, dengar dulu penjelasanku...."

"Tidak perlu, Al. Aku tidak butuh penjelasanmu. Sekian lama aku memendam rasa cintaku padamu, dan ternyata kamu sama saja seperti laki-laki lain. Kamu menghianati aku, Al. Aku sudah cukup jelas melihatnya!" Suara Aira masih tidak bersahabat.

"Jadi kamu sudah mengetahuinya?" tanya Alvian sendu.

"Aku tahu semuanya, Al!" ucap Aira sambil menutup ponselnya.

"Aira... Aira... dengar dulu, Aira...."

Aira mematikan ponselnya dengan sikap sarkastis.

Alvian tertunduk sambil terpaku. Kini gadis pujaannya pun juga tidak dapat menerima kehadirannya. Terlebih, dunia yang begitu angkuh!

Sepenggal Masa Lalu (Chapter 2)

Chapter 2
Surat Alvian


Uh, Aira teringat lagi dengan wajah Alvian. Wajah itu diam-diam mencuri hatinya.

Aira menemukan sepucuk surat berwarna merah muda yang terselip di buku diarinya. Surat itu sudah kelihatan buram. Sejak kepergian Aira meninggalkan kota Yogyakarta. Alvian mengembalikan buku diari Aira yang dipinjamnya.

Aira Larasati,
Mungkin aku sangat merindukanmu. Aku pasti sangat kesepian, dan sendiri. Dan mungkin kepergianmu akan menambah luka di hatiku. Betapa aku sangat menyayangimu. Aku sangat mengaggumimu. Tahukah kamu... aku sangat mencintaimu!
Alvian Erlangga


Aira mendekap surat itu sambil menerawang jauh. Benarkah Alvian mencintainya? Aira tersenyum sambil terus terlayang pada lamunan yang jauh. Hatinya berbunga-bunga. Aira membuka gorden merah muda berbunga indah. Ia membuka sedikit jendela kamarnya. Dimana dulu ia sering mengintai Alvian dari ventalasi itu. Memperhatikan Alvian tak jemu-jemu. Dan kini ia ingin melihat sosok Alvian yang tumbuh dewasa. Mungkin Alvian begitu tampan dan berwibawa. Dengan bentuk tubuh yang porposional serta otot yang kuat. Belum lagi wajahnya yang sangat menggemaskan kaum hawa.

Hm, Aira tersenyum tipis. Kemudian senyum itu berubah kecut. Rumah Alvian kelihatan sepi. "Kemana Alvian?" batinnya.

"Aira..." Sebuah suara menyapanya. Membuyarkan lamunannya untuk sesaat. Aira berpaling dengan perlahan. Menoleh ke arah suara yang memanggilnya.

"Mama...." serunya sambil beringsut memeluk Mama. "Aira kangen banget, Ma."

"Kenapa nggak telepon Mama dulu sih, biar dijemput."

"Aira mau buat kejutan, Ma."

"Mm, dasar kamu. Yah, sudah, kamu mandi dulu. Mama tunggu di ruang tamu, ya?"

Aira mengangguk seraya melepaskan rengkuhannya. Kemudian meraih handuk di gantungan. Dan menuju kamar mandi.

Sepenggal Masa Lalu (Chapter 1)

Chapter 1
Kepulangan Aira


Pesawat mendarat pukul empat sore di Bandara Adisucipto Yogyakarta. Aira bergegas menghadang sebuah taksi yang bertengger di parkiran bandara. Beberapa saat kemudian Aira membuka pintu taksi dan masuk kedalam. Menjatuhkan pantatnya di jok empuk.

Aira duduk termenung. Setelah lima tahun kepergiannya untuk melanjutkan studi di Jakarta kini ia kembali ke Yogyakarta. Banyak kenangan manis yang masih tersisa. Terlebih terhadap seseorang yang selama ini ia mimpikan. Orang itu adalah Alvian, sahabat Aira sejak kecil. Di saat mereka masih bersama di sebuah perumahan di bilangan Yogyakarta Kota. Masa kanak-kanak yang sangat menyenangkan. Dan betapa kerinduan itu telah menggerogoti hatinya. Diam-diam ia juga mencintai Alvian.

Sore itu Aira tiba di rumah. Rumah model mediterania yang dibangun Papanya masih berdiri kokoh dengan tembok bercat putih. Bunga-bunga kecil yang tumbuh di halaman masih subur, meski letaknya tidak sesuai dengan lima tahun lalu. Pekarangan rumahnya tertata rapi dan asri. Mama memang selalu membersihkannya.

Sesaat Aira terkenang dengan Papa tercinta. Matanya merebak basah. Kini Papa telah tiada. Papa telah pergi dan takkan pernah kembali. Aira terisak, kala sekelibat kenangan indah bersama Papa melintas kembali di benaknya. Kenangan yang tidak dapat dilupakannya.

Beberapa tahun yang lalu Papa dihantarkan ke tempat peristirahatan yang kekal dan abadi, menghadap Ilahi. Sudah menjadi hukum alam dan dunia. Tak seorang pun yang dapat menghalanginya. Semua pasti bermuara kepada-Nya. Ada virus yang menggerogoti otak Papa. Papa terserang kanker otak. Dan di ruang Gawat Darurat rumah sakit Papa menghembuskan napas yang terakhir kalinya.

Rasa sesak di hati Aira masih menjadi belenggu, kian hari mengusik dan masih bergelut menghadapi cobaan yang mahaberat tersebut.

"Ya, Allah, aku sudah ikhlas. Walau Papa adalah orang yang paling aku sayangi, namun ia adalah titipan-Mu. Engkau lebih menyayanginya. Tempatkanlah ia di sisi-Mu ya, Allah...." tutur Aira dalam hati.

Beribu kali kata itu terucap dalam kalbunya, namun beribu kali pula bayangan Papanya menggodanya.

Perlahan Aira membuka pintu gerbang rumahnya. Kemudian menekan bel yang terletak di samping rumahnya. Bel itu masih seperti lima tahun yang lalu. Tak berapa lama, seorang pembantu separuh baya pun membukakan pintu. Menyambut kedatangan Aira yang dianggap sangat mengejutkan. Aira hanya tersenyum memperhatikan Mbok Darmi yang sudah mulai keriput. Wanita tua itu sudah bekerja belasan tahun bersama keluarganya.

Setelah berkangen-kangenan dan peluk-pelukan, Aira pun menghampiri kamarnya. Pelan ia membuka pintu kamarnya. Masih seperti lima tahun lalu. Bersih dan terawat rapi. Mbok Darmi selalu membersihkannya. Di sana, ia menemukan boneka kesayangannya. Boneka itu hadiah dari Alvian saat mereka duduk di bangku SMP.

Sepenggal Masa Lalu (Sinopsis)

Created By Sweety Qliquers
(Samarainda,Selasa_020210,0218PM)


Sepenggal Masa Lalu
Chapter 1 Kepulangan Aira
Chapter 2 Surat Alvian
Chapter 3 Kekecewaan Aira
Chapter 4 Keadaan Alvian


Sinopsis

“Mungkin aku sangat merindukanmu. Aku pasti sangat kesepian, dan sendiri. Dan mungkin kepergianmu akan menambah luka di hatiku. Betapa aku sangat menyayangimu. Aku sangat mengaggumimu. Tahukah kamu... aku sangat mencintaimu!”
(Alvian Erlangga-Alvian)

“Aku tidak butuh penjelasanmu. Sekian lama aku memendam rasa cintaku padamu, dan ternyata kamu sama saja seperti laki-laki lain. Kamu menghianati aku, Al. Aku sudah cukup jelas melihatnya! Kamu egois, Al. Kamu keterlaluan! Aku sangat kecewa padamu. Tahukah kamu, betapa hancur hatiku mengharapkan dirimu. Tapi kamu begitu apatis. Kamu buaya, Al. Aku benci melihatmu! Dan aku tidak ingin melihatmu lagi!”
(Aira Larasati-Aira)



Karakter Tokoh Sepenggal Masa Lalu

Aira Larasati (Aira)
Setelah lima tahun kepergiannya untuk melanjutkan studi di Jakarta kini Aira Larasati (Aira) kembali ke Yogyakarta. Banyak kenangan manis yang masih tersisa. Terlebih terhadap seseorang yang selama ini ia mimpikan. Orang itu adalah Alvian Erlangga (Alvian), sahabat Aira Larasati (Aira) sejak kecil. Di saat mereka masih bersama di sebuah perumahan di bilangan Yogyakarta Kota. Masa kanak-kanak yang sangat menyenangkan. Dan betapa kerinduan itu telah menggerogoti hatinya. Diam-diam ia juga mencintai Alvian Erlangga (Alvian).

Alvian Erlangga (Alvian)
Setelah sebuah truk besar menabrak mobil yang dikendarai Papa Alvian Erlangga (Alvian) dan keluarganya hingga hancur. Papa dan Mama Alvian Erlangga (Alvian) tewas dalam kecelekaan itu. Dan Alvian Erlangga (Alvian) lumpuh, buta dan pendengarannya berkurang. Kini Alvian Erlangga (Alvian), sendiri dalam lamunan sepi, duduk di kursi roda. Pandangannya hampa, sehampa hatinya. Menanti sang pujaan hati mengahmpirinya... Aira Larasati (Aira).

What Happens In Vegas (Movie)

What Happens In Vegas
Cinta Berawal di Meja Judi
Karya Tom Vaughan





Credits Title
Directed By : Tom Vaughan
Produced By : Michael Aguilar
Written By : Dana Fox
Music By : Christophe Beck
Cinematography : Matthew F. Leonetti
Edititing By : Matt Friedman
Studio : Regency Enterprises
Distributed By : 20th Century Fox
Release Date : 9 May 2008
Running Time : 99 Menit


Cast (What Happens In Vegas)


Asthon Kutcher As Jack Fuller, Jr.
Name : Christopher Asthon Kutcher / Asthon Kutcher
Born : Cedar Rapids, Iowa, US / 7 February 1978 (Age 31)
Occupation : Actor/Producer
Years Active : 1998-present
Spouse : Demi Moore (2005-present)


Cameron Diaz As Joy Mcnally Fuller
Name : Cameron Michelle Diaz /Cameron Diaz
Born : San Diego, California, US / 30 Agustus 1972 (Age 37)
Occupation : Actress/ Model
Years Active : 1988–1993 (model), 1993–present (actress)


Queen Latifah as Dr. Twitchell
Name : Dana Elaine Owens
Also known as : Queen Latifah, The Queen of Rap
Born : Newmark, New Jersey, US / 18 Maret 1970 (Age 39)
Genres : R&B, Soul, Jazz, Hip-Hop
Occupation : Singer-Songwriter, Record Producer, Rapper, Actress, Spokesperson, Author
Instruments : Piano, Vocals
Years Active : 1987-present
Label : Verve, Interscope, Motown, Tommy Boy, Warner Bros, Polygram
Website : http://www.queenlatifah.com/


Rob Corddry, as Jeffrey "Hater" Lewis
Name : Rob Corddry
Born : Weymouth, Massachusetts
Years Active : 1990’s-present


Lake Bell, as Toni "Tipper" Saxson
Name : Lake Caroline Siegel Bell / Lake Bell
Born : New York City, New York, US/ 24 Maret 1979 (Age 30)
Occupation : Actress
Years Active : 2001-present



Sinopsis
Joy McCool (Cameron Diaz) baru saja putus dengan pacarnya. Sementara Jack McCool (Asthon Kutcher) baru saja kehilangan pekerjaannya. Keduanya bertemu di sebuah hotel di Las Vegas dalam sebuah kejadian yang tidak mengenakkan.

Karena kesalahan pihak hotel, Jack yang pergi bersama Hater (Rob Corddry) temannya akhirnya masuk ke kamar Joy yang menginap bersama Tipper (Lake Bell). Setelah meluruskan masalah ke pihak hotel, akhirnya mereka dapat memperoleh kamar sendiri-sendiri.

Tidak seperti Hater dan Tipper yang tak bisa akur, Jack mulai berusaha mendekati Joy. Saat Jack dan Joy berusaha mengenali pribadi masing-masing, keduanya terbawa emosi dan suasana Las Vegas yang gemerlap sampai mabuk berat.

Keesokan harinya, saat mereka terbangun, mereka baru menyadari bahwa mereka berdua telah menikah. Rupanya pengaruh alkohol begitu kuat sampai mereka berdua mengambil keputusan besar tanpa mereka sadari sama sekali.


Trailer What Happens In Vegas



TAMAT
Copyright Sweety Qliquers
(www.dindasweet-86.blogspot.com)

Juno (Movie)

Juno
Hamil Muda Bukan Akhir Dari Segalanya
Karya Jason Reitman


Credits Title
Directed By : Jason Reitman
Produced By : John Malkovich
Written By : Diablo Cody
Music : Mateo Messina
Cinematography : Eric Steelberg
Editing By : Dana E. Glauberman
Distributed By : Fox Searchlight
Relase Date : 1 Sep 2007 (Telluride), 5 Des 2007 (Limited), 25 Des 2007 (Wide)
Running Time : 96 Menit


Cast (Juno)
Ellen Page As Juno
Name : Ellen Philpotss Page / Ellen Page
Born :Halifax, Now Scotia, Canada / 21 February 1987 (Age 22)
Occupation : Actress
Years Active : 1997–present

Michael Cera
Name : Michael Austin Cera / Michael Cera
Born : Brampton, Ontario, Canada / 7 Juni 1988 (Age 21)
Occupation : Actor
Years Active : 1998-present

Olivia Thirlby
Name : Olivia Thirlby
Born : New York, United States / 6 Oktober 1986 (Age 23)
Years Active : 2005-present

Jennifer Garner
Name : Jennifer Anne Garner / Jennifer Garner
Born : Houstan, Texas, U.S / 17 April 1972 (Age 37)
Occupation : Actress
Years Active : 1995-Present
Spouse : Scott Foley (2000-2003), Ben Affleck (2005-Present)

Jason Bateman
Name : Jason Kent Bateman / Jason Bateman
Born : Rye, New York, U.S / 14 January 1969 (Age 41)
Occupation : Actor
Years active : 1981–present
Spouse : Amanda Anka (2001– present)


Sinopsis
JUNO bercerita soal problematika hidup gadis belia yang tengah hamil (teen pregnancy). Kehamilan di luar nikah pada remaja itu dijelaskan bukan sebagai malapetaka, drama penuh emosi, aib dan sesuatu yang sangat memalukan.

Awalnya, Juno (Ellen Page) terlibat hubungan seks pra nikah dengan pacarnya Paulie Bleeker (Michael Cera). Hubungan ini mengakibatkan Juno yang baru berusia 16 tahun hamil.

Tak tahu harus berbuat apa, Juno menceritakan masalah ini pada Paulie. Singkat kata, Juno dan Paulie sepakat untuk menggugurkan bayi dalam kandungan Juno. Namun saat Juno berada di Women Now tempat ia akan melakukan aborsi, Juno berubah pikiran. Ia ingin membiarkan janin dalam rahimnya tumbuh.

Nekat dengan keputusan besar ini, Juno pun mau tak mau harus memberi tahu kedua orang tuanya. Untungnya, walaupun sempat terkejut, kedua orang tua Juno cukup bijaksana menghadapi masalah ini. Juno berencana untuk memberikan bayinya pada keluarga yang ingin mengadopsi bayi.


Trailer Juno




TAMAT
Copyright Sweety Qliquers
(www.dindasweet-86.blogspot.com)

Selasa, 02 Februari 2010

13 Going On 30 (Movie)

13 Going On 30
Merasakan Menjadi Dewasa
Karya Gary Winick



Credits Title
Directed By : Gary Winick
Produced By : Gina Matthews
Written By : Josh Goldsmith, Cathy Yuspa
Distributed By : Revolution Studios/Columbia Pictures for Sony Pictures Releasing
Release Date : 23 April 2004
Running Time : 97 Menit


Cast (13 Going On 30)

Jennifer Garner as Jenna Rink
Name : Jennifer Anne Garner / Jennifer Garner
Born : Houstan, Texas, U.S / 17 April 1972 (Age 37)
Occupation : Actress
Years Active : 1995-Present
Spouse : Scott Foley (2000-2003), Ben Affleck (2005-Present)

Mark Rufallo as Matt Flamhaff
Name : Mark Alan Ruffalo / Mark Rufallo
Born : Kenosha, Wisconsin, U.S / 22 November 1967 (Age 42)
Occupation : Actor, Director, Producer, Screenwriter
Years Active : 1989-Present
Spouse : Sunrise Coigney (2000-Present)

Judy Greer as Lucy "Tom-Tom" Wyman
Name : Judith Laura Evans / Judy Greer
Born : Livonia, Michigan, USA / 20 July 1975 (Age 34)
Years Active : 1997-Present

Andy Serkis as Richard Kneeland
Name : Andrew C.G. Serkis / Andy Serkis
Born : Ruislip, Middlesex, England, U.K / 20 April 1964 (Age 45)
Occupation : Actor, Director, Author
Years Active : 1989-Present
Spouse : Lorraine Ashbourne (22 July 2002-Present)

Kathy Baker as Beverly Rink
Name : Katherine Whitton Baker
Born : Midland, Texas, U.S / 8 Juni 1950 (Age 59)
Occupation : Actress
Years Active : 1983-Present


Sinopsis
Jika 13 GOING ON 30 punya kaki, mereka pasti takkan pernah menyentuh tanah. Kisah romansa yang tak pernah ada habisnya itu dibuka dengan lagu yang bisa bikin berjingkrak-jingkrak pada era pop sintesis 80 seperti Rick Springfield (“JESSE’S GIRL”), Michael Jackson (“THRILLER”), dan THE GO-GO’S (“HEAD OVER HEELS”) dalam 5 menit secara mendatar.
Setelah menghentakkan kaki Anda..sekarang akan dibawa berlarian ke bukit. Penari dengan hentakan kaki tentu saja akan merasa menikmati saat-saat tersebut.

Pada 1987, remaja aneh, Jenna tidak bisa melihat kecantikan gadis tetangganya yang melebihi dia. Dia tetap bersahabat baik dengan Matty- pengagum tubuh gendutnya dan yang tidak terlalu manis-. Setelah sangat kecewa terlibat dalam permainan 'Seven Minutes in Heaven' pada pesta HUTnya ke 13 tahun, Jenna ingin menjadi lebih tua. Dengan bantuan kekuatan beberapa peri debu Jenna yang berusia 13 tahun menjadi Jenna (Jennifer Garner) editor majalah Manhattan yang mendorong meniru Poise, pertunjukan fashion yang gagal.

Dibandingkan dengan khayalan remaja Penny Marshal dalam BIG hal ini memang tak bisa diacuhkan tapi menyesatkan. 30 lebih menyerupai seperti Memilih Buku petualangan sendiri, di mana satu keputusan kecil dapat mempengaruhi hasil akhir cerita. Harapan spontan Jenna ] benar-benar mengubah masa lalunya, ketika dia mencari-cari dan menemukan Matty (Mark Ruffalo) dewasa, memorinya menunjukkan bagaimana keduanya terpisah setelah dia memilih untuk mengejar popularitas. Kesulitan mereka dapat ditelusur balik pada pesta HUT yang menggemparkan yang membuat referensi bagi Jenna ketika ia memutuskan hal-hal yang benar.

30 mengeraskan pesona dan bakat Garner sebagai bintang utama Hollywood. Penggemar menyadari mereka perlu juga mengagumi kemampuan fisik aktris yang glamour itu meskipun mereka mungkin terkejut, bagaimana bisa ia bertransisi ke komedi. Garner juga mengelola kemanisan alami yang menjual seringai khas remaja dan senyum lebarnya terasa sederhana dan tak dibuat-buat.

Dengan mengabaikan berapa mereka dibayar, Garner dan Ruffalo layak mendapatkan suatu kenaikan. Dua orang ini tidak pernah berhenti bekerja menjual materi yang terasa manis ini dan usaha mereka dibantu oleh Andy Serkis yang antusias dan Judy Greer yang menjijikkan. Jangan tanya aku bagaimana, tetapi 30 lebih menarik dibanding tari "Thriller" dan lelucon canggung Jenna saat berusia 12 tahun adalah hal-hal tak terduga. Juga disisipkan leluconWacko Jacko di sini.

Manis sekali dan bikin lemas, 30 adalah romansa New York yang menyenangkan dengan sejumlah sifat aneh dan sihir yang tepat. Film ini bisa membuat Anda tersenyum dan tersenyum lagi bahkan waktu pertanyaan alur cerita n jelas nyata membuat otak menjadi buntu.


Trailer 13 Going On 30


TAMAT
Copyright Sweety Qliquers
(www.dindasweet-86.blogspot.com)