Tampilkan postingan dengan label Happy B`Day Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Happy B`Day Cinta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Januari 2010

Happy B`Day Cinta (3-TAMAT)

Chapter 3
Ternyata Cinta Itu Masih Ada


"Gue pengen ngomomg sama Lo , Beb!"

"Ada apa sih, Cha? Gue sibuk, nih."

Chacha menarik lengan Beby yang hendak meneruskan kewajibannya mengamanati perintah putra sulung Ibu Olivia Mentari, Adrian Yudhistira. Tentu saja anak-anak penghuni ‘Kost’ yang didominasi seratus persen cewek itu tidak bisa menolak. Selain karena tidak enak hati, Adrian Yudhistira yang punya wajah cool mirip Lee Min Ho – pemeran Goo Jun Pyo di drama serial Korea ‘Boys Befote Flower’ itu sebenarnya juga diidolai nyaris satu penghuni ‘Kost’.

Sayang Adrian Yudhistira jauh-jauh hari sudah memploklamirkan kalau Rosssa Anastasya merupakan calon pendamping hidupnya kelak. Jadi anak-anak cewek penghuni ‘Kost’ yang rada-rada genit tersebut hanya bisa ngiri. Tapi sebetulnya tidak tepat-tepat begitu. Yang paling mengandili antusiasme mereka bantu-bantu adalah, karena Adrian Yudhistira yang bertugas menagih uang bulanan sewa kamar pada anak-anak cewek sering ngasih kelonggaran bagi mereka yang terlambat dapat 'kiriman' dari Orang Tua mereka.

"Beby! Ini penting!"

"Acara ini lebih penting. So, tolong jangan recoki kesibukan gue lagi, ya?"

"Beb, please! Gue nggak mau lo-lo pada bikin acara norak begini untuk gue!"

Beby terlongong. Beberapa cewek yang mendengar 'pertengkaran kecil' itu mengalihkan perhatian mereka dari oven-kue. Tasya malah sudah mendekat ke arah sumber keributan.

"Ja-jadi lo udah tahu kalau acara siang nanti adalah pesta ultah Lo, Cha?!"

"Sorry, Beb. bukannya gue nggak menghargai niatan kalian, tapi tolong hargai juga dong hak gue untuk menolak segala kebaikan Ryan!"

"Lho, memangnya Ryan salah apa sama Lo sampe Lo antipati gitu?!"

Tasya nimbrung setelah sedari tadi diam menyimak. "Eh, Cha. Lo dipegang-pegang sama Ryan sampe lo hate banget sama doi, ya?"

"Tasya... please...!" Kalimat itu serempak terlontar dari mulut Chacha dan Beby.

"Batalin acara itu!" Chacha mengultimatum setelah mengalihkan pandangannya dari wajah culun Tasya, dan kembali menatap mata Tasya yang sedikit rikuh dengan sikapnya yang emosional.

"Batalin?!" Mata Beby melotot.

"Heh, gue lebih memilih diomeli dan dimusuhi sama Lo ketimbang harus ngebatalin acara nanti. Dih, bisa digorok leher gue sama Ryan!" Lanjut Beby.

"Apa hak Ryan bikin acara ultah untuk gue?!"

Sepi sesaat. Entah Beby harus ngomong apa untuk membela diri. Ia bingung dengan pertanyaan Chacha barusan. Ya, untuk apa mereka turut campur dalam urusan Chacha dan Ryan?! sesalnya.

"Benar, gue nggak berhak atas hidup Lo!" Ada suara berat dari arah bingkai pintu masuk ‘Kost’.

"Tapi, tolong. Jangan salahkan anak-anak. Gue yang nyuruh mereka, kok. Kalau Lo mau marah, marah aja sama gue. Acara nanti semuanya atas inisiatif gue kok, Cha!" Lanjut Ryan.

Kegiatan di dalam ruang dapur terhenti. Semua cewek melongok. Ryan telah berdiri di hadapan Chacha dan Beby dengan sikap dingin.

"Tapi, gue nggak suka Lo seenaknya bikin acara siang nanti tanpa seizin gue, Yan!"

"Sorry. Itu kesalahan gue. Tapi, semua gue lakukan demi Lo. Gue pengen bikin Lo happy. Gue pengen menebus kesalahan gue yang lalu-lalu, Cha!"

"Ta-tapi, bukan begitu caranya...."

"Gue tahu Lo masih benci sama gue, Cha! Lo belum dapat menerima kegagalan cinta kita semasa SMP dulu. Tapi, swear! Waktu itu gue nggak bermaksud nyakiti hati Lo. Gue...."

Chacha mengibaskan tangan. "Udahlah, Yan! Itu masa lalu!"

"Tapi gue masih mencintai Lo, Cha!" Ryan berteriak tanpa mempedulikan penghuni ‘Kost’ yang menyaksikan mereka.

"Gue nggak bisa melupain Lo. Sampai kapan pun juga!"

Chacha menutup telinganya dengan kedua belah telapak tangan. Namun Ryan menarik kedua lengan Chacha, menyentaknya dan memandang sepasang mata telaga itu dalam-dalam.

"Oke, oke. Dulu, memang gue yang salah karena nggak punya pendirian seperti yang lo tuduhin ke gue. Tapi, gue mau Lo jujur. Kenapa Lo nggak nyari ‘Kost’ lain begitu lo tahu sebenarnya gue ini anak Ibu Olivia Mentari, pemilik ‘Kost’ ini?! Kenapa, kenapa, Cha?!"

Chacha tercenung. Digigitnya bibir keras-keras. Airmatanya sudah menitik. Ada kalimat yang berdenyar di nuraninya. Kenapa?! Ya, kenapa?! Karena sesungguhnya ia pun masih mencintai Ryan!

Dan ketika Agung menarik tubuhnya ke dalam pelukannya, ia tidak kuasa menolaknya lagi. Hanya airmatanya saja yang semakin menderas.

"Gue cinta sama Lo, Cha," jelas Ryan.

"Dan gue nggak pengen kehilangan Lo lagi. Selamanya."

Chacha terisak. Rasa sakit yang selama ini berkecamuk di dadanya mendadak lenyap. Mungkin sudah saatnyalah ia membuka pintu hatinya untuk pemuda cinta pertamanya itu.

"Met ultah ya, Cha," bisik Ryan lembut, mempererat pelukannya.
Sementara itu terdengar riuh tepuk tangan nyaris seantero penghuni ‘Kost’. Persis penonton dalam ruang teater yang menyaksikan akhir cerita yang membahagiakan. Happy ending.



TAMAT
Copyright Sweety Qliquers
www.dindasweet-86.blogspot.com

Happy B`Day Cinta (2)

Chapter 2
Cinta Pertama Chacha


Bandung kala itu masih menyimpan kenangan manis. Mungkin hal tersebut merupakan euforia cinta masa remajanya. Ryan yang merupakan kakak kelasnya suatu ketika mengungkapkan isi hatinya pada seorang gadis bernama Rossa Anastasya. Namun sayang, kenangan indah cinta mereka tak berlangsung lama. Chacha yang tulus mencintai Ryan, dan Ryan yang ternyata hanya menomorduakan cinta mereka di bawah prioritas sekolah dan orangtuanya.

“Gue nggak bermaksud nyakitin hati lo, Cha.”

“Tapi, nyata-nyata Lo udah melukai hati gue!"

"Gue minta maaf. Tapi gue nggak mau dianggap anak nggak berbakti, Cha. Mending kita backstreet aja. Ini solusi buat ngakalin hubungan kita yang jelas-jelas ditentang sama bokap-nyokap gue."

"Gue nggak mau main-main dengan cinta kita, Yan! Gue nggak mau backstreet. Lo seperti nggak punya pendirian, Yan! Gue mau hubungan kita ini jelas. Terus atau putus!"

"Tapi...."

Waktu itu Chacha tidak mau berkompromi. Usia dini masa SMP baginya bukanlah alasan kalau cinta itu dijadikan sebentuk konsekuensi akil-balig dan pencarian jatidiri remaja. Cinta adalah sesuatu yang harus dibina dengan keseriusan. Tidak ada backstreet. Tidak ada cinta monyet. Makanya, diputuskannya untuk mengakhiri hubungannya yang singkat dengan Adrian Yudhistira, yang kala itu dianggapnya tidak memiliki pendirian dan masih terkekang oleh orangtuanya.

Namun sang waktu mempertemukan mereka kembali. Sebagai siswa berprestasi di sekolah, Chacha mendapat prioritas beasiswa di SMA Tunas Bangsa Jakarta sehabis menamatkan SMP-nya. Tapi siapa nyana ia dapat bertemu kembali dengan cinta pertamanya di Jakarta. Barangkali sang waktu ingin kembali menguakkan luka lama di hatinya. Barangkali sang waktu tidak ingin seorang Rossa Anastasya melupakan masa lalunya yang pahit. Ah, entahlah. Ia sendiri tidak tahu!

Dan barangkali bukan kebetulan kalau ia akhirnya bertemu dengan cowok itu lagi, justru di ‘Kost’annya di Jakarta. Luka lama itu kembali menguak begitu Adrian Yudhistira hadir di ‘Kost’annya suatu hari. Dan ia hadir sebagai anak sulung Ibu Olivia Mentari, pemilik ‘Kost’an tersebut.

Happy B`Day Cinta (1)

Chapter 1
Kejutan Untuk Chacha


Kalau sepagi ini terdengar riuh rutinitas di lantai bawah yang asalnya dari ruang dapur, tentulah bukan hal yang lumrah. Masih terlalu pagi. Bahkan terlalu pagi sekadar menjalankan aktivitas semisal mengebulkan asap kompor buat sarapan sekalipun. Tapi hari ini semuanya jadi aneh. Nyaris seluruh penghuni ‘Kost’ grasa-grusu seperti hendak menyambut kedatangan makhluk dari Planet Mars. Sibuknya luar biasa.

Acara tidurnya terganggu. Padahal, jarang-jarang ia memiliki waktu luang untuk dipakai tidur senyenyak-nyenyaknya. Masa liburan sebulan sekolah lalu pun tak pernah dikecapnya dengan nyaman seperti gadis-gadis penghuni Kost lainnya. Sebab ia mesti kerja sambilan untuk menambah biaya sekolahnya. Kesadaran yang datangnya dari lubuk hati atas kondisi keluarganya yang pas-pasan di daerah. Mungkin dia kurang beruntung terlahir dalam keluarga sederhana di Bandung, tapi ia masih tetap bersyukur karena terlahir dalam keadaan sempurna lahir dan batin.

“Ada kejadian apa sih, Beb?" tanya Chacha pada Beby, sahabatnya yang tinggal bersebelahan kamar dengannya. Sembari mengucek-ngucek mata, gadis yang masih mengantuk dan sesekali menguap itu bertanya sesaat setelah turun dari lantai atas.

“Ada acara makan-makan ya, Beb?”

Beby menggeleng cuek. Sama sekali tidak berminat menanggapi kebingungan Chacha. Pertanyaan gadis bertubuh mungil itu dijawabi dengan satu kibasan tangan. Dan gadis tajir asal Surabaya itu terus saja bergelut dengan kegiatannya yang super-sibuk di dapur. Membersihkan piring-piring dan gelas-gelas yang sudah berdebu di lemari dapur, satu-satunya aset ‘Kost-Kost’an yang ditinggal pemiliknya untuk penghuni kost yang baru.

Chacha masih tercenung di ujung tangga setelah turun buru-buru tadi dengan daster yang masih melekat di badan. Alisnya mengernyit. Diliriknya jam dinding yang tergantung di atas bingkai pintu utama. Jarum pendek masih menunjuk tepat di angka enam. Biasanya juga kalau jam-jam begini gadis-gadis itu masih pada ngorok. Ih, boro-boro bikin sarapan. Menyentuh air di kamar mandi saja rasanya ogah!

Tapi hari ini memang lain. Pasti ada 'something wrong'. Kalau tidak, mana mungkin nona-nona tajir itu mau kompakan bangun pagi dan bersibuk-sibuk ria dengan senang hati di dapur. Tentu saja. Buktinya tadi, saking sibuknya, Beby yang nyinyir itu malah tidak punya waktu untuk menjelaskan ‘what happen in kitchen’.

“Beb...”

“Sorry. Gue sibuk.”

“Tapi....”

“Udah deh, Cha. Lo tidur aja sana. Jangan ganggu kita-kita!”

“Gue bantuin, ya?”

“Jangan. Kita-kita di sini nggak butuh PRT lagi.”

Chacha tersenyum geli. “Hei, emangnya gue babu apa?”

Beby hanya tersenyum sebentar sebelum melanjutkan kegiatannya yang ‘misterius’. Chacha mengedikkan bahunya tanda tidak paham. ‘Kita-kita’ yang dimaksud cewek tajir asal Surabaya tadi adalah geng rumpi ‘Kost-Kost’an; Helenia Tiara Azizah, Natasya Permata, Aurelia Cempaka, Syafania Kirana, dan Beby Galia putri. Heh, sejak kapan nona-nona tajir itu tiba-tiba dengan suka rela tanpa dipaksa-paksa mau bekerja ala PRT?

Chacha masih menggeleng tidak mengerti, dan baru saja hendak menapaki undakan naik tangga ketika berpapasan dengan Bik Narti yang berjalan turun dari lantai atas.

“Eh, Bik Narti...,” Chacha mengurungkan niatnya ke lantai atas, hendak meneruskan tidurnya yang terganggu gaduh ‘misterius’ sahabat satu ‘kost-kost’an dengannya. Dijawilnya pundak pembantu wanita yang mengurusi keperluan penghuni Kost.

“Ya, ada apa, Non Chacha?”

“Ada acara apaan sih, Bik Narti? Kok, kelihatannya mereka sibuk banget?”

“Lho, Non Chacha nggak tahu?” Wanita separo baya itu seperti terperanjat.

“Apa Non Chacha belum diberitahu sama anak-anak kalau acara siang nanti....”

“Acara?!” Chacha membeliak.

“Acara apaaan?!”

“Acara ulangtahun. Kan hari ini ulangtahun Non Chacha?”

“Hah?!” Chacha nyaris terjatuh dari tangga saking kaget.

“U-ulangtahun gue?! Ya, ampun!”

“Non Chacha lupa, ya?”

“Tapi, kok mereka yang sibuk sih, Bik Narti?!”

“Ya, tentu saja mereka sibuk, Non Chacha. Soalnya, mereka kan sudah diwanti-wanti sama Den Ryan untuk bikin acara ulangtahun Non Chacha hari ini.”

Astaga!

Ia sendiri lupa kalau hari ini merupakan hari ulangtahunnya. Dan cowok bernama ‘RYAN’ itu mengingatnya! Bahkan hendak merayakannya secara diam-diam siang nanti untuknya!

“Ry… Ryan?!”

”Ya, Den Ryan. Putra sulung Ibu Olivia. Non Chacha sudah kenal, kan?”

Kepala Chacha mendadak berdenyar. Dicengkeramnya pegangan tangga erat-erat. Ryan?! Adrian Yudhistira?! Rasa-rasanya kepalanya hendak pecah dipenuhi serpihan-serpihan kenangan lama. Tubuhnya serasa limbung.

“Non Chacha, Non Chacha!” Bik Narti tercenung tidak mengerti.

“Non Chacha nggak apa-apa, kan?”

Chacha menggeleng. Meneruskan langkah menuju kamarnya di lantai atas.

Selasa, 12 Januari 2010

Happy B`Day Cinta (Sinopsis)

(Created By Sweety Qliquers)
www.dindasweet-86.blogspot.com



Happy B`Day, Cinta
Chapter 1 Kejutan Untuk Chacha
Chapter 2 Cinta Pertama Chacha
Chapter 3 Ternyata Cinta Itu Masih Ada


Sinopsis
Bandung kala itu masih menyimpan kenangan manis. Mungkin hal tersebut merupakan euforia cinta masa remajanya. Ryan yang merupakan kakak kelasnya suatu ketika mengungkapkan isi hatinya pada seorang gadis bernama Rossa Anastasya. Namun sayang, kenangan indah cinta mereka tak berlangsung lama. Chacha yang tulus mencintai Ryan, dan Ryan yang ternyata hanya menomorduakan cinta mereka di bawah prioritas sekolah dan orangtuanya.


Sebenarnya Ryan pun mencintai Chacha, tapi karena ia tidak mau dianggap anak yang tidak berbakti, Ryan menuruti semua perintah kedua orang tuanya. Ia meminta Chacha untuk backstreet dan menurutnya itu adalah solusi paling tepat untuk mengakali hubungan mereka yang jelas-jelas ditentang kedua orang tua Ryan. Chacha tidak mau main-main dengan cinta mereka! Ia tidak mau backstreet. Ia lebih memilih putus dengan Ryan.


Waktu itu Chacha tidak mau berkompromi. Usia dini masa SMP baginya bukanlah alasan kalau cinta itu dijadikan sebentuk konsekuensi akil-balig dan pencarian jatidiri remaja. Cinta adalah sesuatu yang harus dibina dengan keseriusan. Tidak ada backstreet. Tidak ada cinta monyet. Makanya, diputuskannya untuk mengakhiri hubungannya yang singkat dengan Adrian Yudhistira, yang kala itu dianggapnya tidak memiliki pendirian dan masih terkekang oleh orangtuanya.


Namun sang waktu mempertemukan mereka kembali. Sebagai siswa berprestasi di sekolah, Chacha mendapat prioritas beasiswa di SMA Tunas Bangsa Jakarta sehabis menamatkan SMP-nya. Tapi siapa nyana ia dapat bertemu kembali dengan cinta pertamanya di Jakarta. Barangkali sang waktu ingin kembali menguakkan luka lama di hatinya. Barangkali sang waktu tidak ingin seorang Rossa Anastasya melupakan masa lalunya yang pahit. Ah, entahlah. Ia sendiri tidak tahu!


Dan barangkali bukan kebetulan kalau ia akhirnya bertemu dengan cowok itu lagi, justru di ‘Kost’annya di Jakarta. Luka lama itu kembali menguak begitu Adrian Yudhistira hadir di ‘Kost’annya suatu hari. Dan ia hadir sebagai anak sulung Ibu Olivia Mentari, pemilik ‘Kost’an tersebut.


Karakter Tokoh Happy B`Day, Cinta :

Rossa Anastasya (Chacha)
Gadis dari keluarga sederhana di Bandung. Karena mendapatkan beasiswa di SMA Tunas Bangsa Jakarta, mengharuskan Rossa Anastasya (Chacha) tinggal di rumah ‘kost’ di Jakarta. Dan disanalah ia bertemu kembali dengan Adrian Yudhistira (Ryan), cintanya di masa SMP.

Adrian Yudhistira (Ryan)
Cinta Pertama Rossa Anastasya (Chacha). Ketika semasa SMP dulu Adrian Yudhistira (Ryan) menganggap cintanya pada Rossa Anastasya (Chacha) hanya ada diurutan no.2, sedangkan sekolah dan orang tua baginya adalah prioritas utama.Menuruti perintah Mamanya untuk menjauhi Rossa Anastasya (Chacha), karena tidak mau dianggap anak yang tidak berbakti.

Beby Galia Putri (Beby)Membantu Adrian Yudhistira (Ryan) untuk membuat pesta kejutalan Ultah Rossa Anastasya (Chacha). Beby Galia Putri (Beby) dan anak-anak kost yang lain mau membantu Adrian Yudhistira (Ryan) karena Adrian Yudhistira (Ryan) yang bertugas menagih uang bulanan sewa kamar para penghuni kost sering memberi kelonggaran bagi mereka yang terlambat mendapat 'kiriman' dari Orang Tua mereka.

Olivia Mentari (Mama Ryan)
Mama Adrian Yudhistira (Ryan). Wanita yang menentang hubungan Adrian Yudhistira (Ryan) – anaknya dengan Rossa Anastasya (Chacha) dimasa mereka masih duduk di bangku SMP. Pemilik Kost yang ditempati Rossa Anastasya (Chacha) di Jakarta.