Tampilkan postingan dengan label Noda Ungu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Noda Ungu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Desember 2009

Noda Ungu (3-TAMAT)

Chapter 3
Keysha Seruningtyas

Aurel meluncur tenang dengan Honda Jazznya. Jalanan Bandung sepi dari lalu lalang mobil pribadi. Di dalam mobil terdengar Cinta Pertama Dan Terakhir dari Sherina. Sambil memikirkan kira-kira kalimat pembuka yang ingin disampaikannya ke Keysha. Aurel mampir ke rumah bunga, mencari pemanis kado sesuai pesanan Papa. Aurel mengambil satu tangkai bunga tulip putih.

Sisa hujan meninggalkan danau kecil di pelataran Coklut Book Café. Rei baru tahu kalau sepinya lalu lintas ternyata tersedot ke sini.

“Apa sih yang membuat orang-orang rame-rame ke sini? Padahal enakan tidur di rumah.” Batin Aurel.

Parkiran cafe padat dengan mobil pibadi. Aurel mengambil tempat parkir dekat trotoar. Memasuki Coklut Book Café terasa suasana hangat menyambut. Sepertinya tempat ini dikelola dengan baik oleh si pemilik. Kehangatan pribadi si pemilik tercermin dari kehangatan suasana dan keramahan pelayan. Seorang wanita anggun menyapa setiap tamu yang datang di sebelah pintu masuk. Hampir semua space telah terisi. Rupanya hujan membuat orang-orang di sini enggan keluar. Hanya ada satu tempat yang kosong, dipojok ruangan, tempat yang paling enak untuk mengerjakan sesuatu karena tidak terganggu orang lalu lalang. Di meja tertulis…

Exclusive corner
Tempat telah dipesan


Aurel terpaksa mengambil tempat itu sementara. Lagipula Aurel hanya sebentar, nanti kalau orang yang memesan datang, Aurel akan pindah ke tempat lain. Aurel melihat sekeliling, menikmati suasana café yang tenang, aura yang dipancarkan begitu lembut. Aurel kini mengerti kenapa Papa sangat betah menulis di sini berjam-jam. Aurel celingukan. Seorang wanita memperhatikan Aurel sejak kedatangannya beberapa menit lalu.

“Sepertinya wanita yang tadi di depan pintu. Jangan-jangan itu yang namanya Keysha, tapi aku masih ingin santai dulu. Menikmati suasana café yang hangat dan nyaman.” Batin Aurel.

“Selamat malam?” sapa wanita bergaun hitam yang dari tadi memperhatikan Aurel.

“Oh, selamat malam. Maaf saya menempati meja ini. Cuma sebentar kok. Saya sedang menunggu seseorang.”

“Maaf anda ini siapa?”

“Saya Aurelia Cempaka, putri pengarang novel Keajaiban Cinta, beliau sering dikenal sebagai Dhika Fatamorgana.” Aurel mengulurkan tangan.

“Saya Keysha Seruningtyas.” Keysha menyambut tangan Aurel dengan senyum hangat.

Muka Aurel pucat. Rasanya Aurel pernah bertemu orang ini. Dimana? Aurel ingat peristiwa dalam mimpi. Aurel mengalami de javu, kejadian yang terulang.

“Ada apa Aurel? Muka Aurel pucat?”

“Oh, nggak pa-pa kok Tante, mungkin karena Aurel kedinginan.”

“Sudah beberapa hari Andhika tidak kesini, ini tempat favoritnya. Saya selalu mengosongkan tempat ini. Andhika datang setiap saat. Jamnya tidak tentu. Kadang pagi-pagi sekali beliau datang atau sekedar makan siang di sini. Saya sering membiarkannya asyik sendirian berjam-jam bersama notebook. Bagaiman kabar Andhika?”

***
Aurel menceritakan kondisi Papa yang harus menjalani istirahat di rumah. Papa harus mengurangi aktivitas di luar, sementara kegiatan menulis dilakukan dirumah.

“Ini ada titipan buat Tante Keysha. Saya mohon diri, saya harap Tante mau menerima, saya permisi dulu. Selamat malam.”

“Terima kasih, Maaf sudah merepotkan Aurel. Selamat malam. Hati-hati di jalan Aurel.” Keysha mengantar Aurel sampai keluar. Sejenak Keysha terpaku sampai Aurel berlalu.

Di Exclusive Corner, Keysha mencium wangi lembut setangkai tulip yang diletakkan di atas bingkisan merah. Di dalam kotak terdapat sebuah novel karya Dhika Fatamorgana yang belum jadi. Sampul depan tertulis serangkaian kata tepat di bawah judul :

(Penantian Cinta Sejati)

Sebagian diriku ada yang hilang ribuan tahun lalu
Kini telah kutemukan
Kepingannya masih seperti dulu
Kutemukan diantara tumpukan dunia yang mulai lusuh
Aku mencari dimana dahagaku akan berakhir
Tak jua kutemui oase atas lelahnya perjalanan
Kejenuhan ini telah menyesakkan dada
Menghabiskan stok air mata manusia rapuh seperti diriku
Sebuah gambar puzzle menunggu satu keping untuk menjadi sempurna
Akankah puzze itu sempurna?

Andhika Kusuma selalu punya cara untuk meraih hati Keysha. Sekalipun akan menjadi manusia bodoh.

“Puzzle itu akan sempurna Andhika.” Keysha melelehkan air mata pertama untuk Andhika, wangi tulip putih menjadi antiklimaks tiga dekadenya.
TAMAT
Copyright Sweety Qliquers

Noda Ungu (2)

Chapter 2
Pengakuan Papa


Aurel bertanya-tanya dalam hati, kantuknya menghilang seketika. Perlahan Aurel membuka jendela kamar. Udara pagi menyerbu masuk tanpa permisi. Aurel menyalakan komputer, mengklik list winamp lalu connect ke dunia maya. Aurel memeriksa kotak suratnya di Yahoo.

“Ada berita apa ya selama aku ke Aceh. Sibuk gak karuan, sampai buka email aja gak ada waktu. Lagipula gak enaklah, di sana aku harus membantu orang yang susah, bukannya piknik atau jalan-jalan ambil gambar foto.” Batin Aurel.

Uh…. Aurel melepaskan nafas panjang.

Ada 4 email dari sesama sukarelawan dan 4 email tak dikenal dengan nama Long_Kiss, sisanya email sampah. Satu persatu email dibuka, rasa penasaran memenuhi benak Aurel. Anehnya si pengirim menulis subjectnya : buat si petualang sejati, Aurel makin penasaran, setahu Aurel tidak ada yang tahu Aurel menjadi relawan, teman-teman kampus pun tidak, selama ini Aurel dikenal sebagai redaktur majalah kampus. Siapa ya?

Long_Kiss #1 klik
Buat petualang sejati, Aurelia Cempaka
Maaf Papa mengatakan ini lewat email, Papa tak kuasa memendam cerita ini sendiri. Papa harap Aurel mau mengerti dan menyimpan rahasia ini baik-baik. Mungkin sekarang Aurel sedang sibuk melaksanakan tugas sebagai relawan, hingga tak banyak waktu buat Papa. Papa maklum. Papa tidak marah. Papa bangga Aurel punya niat yang tulus dan visi yang bagus. Tidak semua orang mau bekerja tanpa dibayar atau dibayar dengan sedikit uang. Teruslah berkarya anakku. Pasti ada hadiah dari Allah untuk tangan-tangan ikhlas. Mungkin sekarang Aurel belum merasakan. Kehidupan Aurel masih panjang. Mungkin nanti akan ada keajaiban d isaat Aurel terjebak dalam masalah, saat itulah Aurel akan merasakan keajaiban tangan Allah mengangkat Aurel dari kubangan masalah. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Hidup ini misteri. Jangan takut menerjang badai Aurel, karena banyak orang yang mendoakan Aurel. Mungkin Aurel bertanya darimana Papa memperoleh email Aurel. Papa menemukan kartu nama Aurel di kamar, disana ada alamat email Aurel.


***


Tumben Papa mengirimi Aurel email, biasanya langsung ngobrol lama di telepon. Hati Aurel berdebar, seperti mau pergi jauh, ngasih wejangan buat anak gadisnya. Tunggu. Ini dia email kedua. Pasti lanjutannya..

Long_Kiss #2 klik
Aurel, Papa akan mulai bercerita. Aurel jangan kaget, Papa minta sebelumnya Aurel harus merubah cara pandang Aurel. Papa minta Aurel jangan menanggapi ini dengan emosi sesaat. Pahamilah ini dengan sudut pandang Papa, untuk beberapa saat Aurel meminjam sudut pandang Papa dulu. Baru Aurel memutuskan akan bereaksi seperti apa. Terima kasih Aurel mau menuruti keinginan Papa. Maaf Papa banyak meminta.

Aurel, belasan tahun lalu terjadi sebuah peristiwa yang selalu Papa ingat sampai sekarang. Kamulah orang pertama yang tahu. Mama tentu tidak tahu, sebab Papa tahu apa reaksi Mama jika mengetahui ini. Papa pikir, Papa dapat melupakan kejadian itu seiring dengan waktu. Pada awalnya Papa dapat mengatasi masalah ini dengan tenggelam dalam kesibukan. Namun, dalam kesendiran bayangan itu selalu hadir memenuhi pikiran, dada Papa terasa sesak, terkadang Papa menangis sendiri.

Awal kuliah Papa mengenal seorang gadis, namanya Keysha, dia teman Oom Aditya sahabat Papa sewaktu kuliah. Keysha bukan gadis cantik, yang jelas dia tidak sama dengan gadis-gadis lain yang papa kenal. Dia memang tidak memoles wajahnya dengan kosmetik, tapi siapapun yang pernah mengenalnya, pasti setuju kalau Keysha berkepribadian hangat, rendah hati, empatinya luar biasa, dia tidak bisa melihat orang lain menderita. Keysha bukan orang kaya, tapi selalu menolong teman yang kesusahan, siapapun orang itu. Pernah Keysha memberikan seluruh uang tabungannya untuk menolong teman yang keluarganya tidak bisa makan. Padahal Keysha sendiri selama sebulan hanya makan nasi putih tanpa lauk. Saat itulah Papa mulai tertarik. Papa heran, kok ada manusia seperti ini.

Lalu Papa mulai sering main ke rumahnya, telepon atau sekedar memberi perhatian kecil. Lama kelamaan ada sesuatu diantara kami. Kita berdua menyadari apa yang terjadi. Kami semakin dekat tanpa ada ikatan. Kami sering bercerita masa-masa SMA, berita politik, kehidupan kampus, bahkan sampai masalah pribadi. Kita jadi sering bersama dalam setiap waktu. Keysha sangat peduli dengan Papa, Keysha orang yang paling sabar menghadapi papa, merawat papa dengan kasih sayang jika penyakit papa kambuh. Papa sangat menyayanginya. Meskipun begitu Keysha tidak pernah meminta status dari papa terhadap hubungan yang kami jalani.


***


Dada Aurel semakin berdebar. Jadi Papa sering mengirim email buat Aurel? Papa nggak pernah cerita. Aurel menyalahkan diri sendiri kenapa gak pernah ngecek email. Aurel berkali-kali menyalahkan dirinya sendiri. Bukan salah Aurel kalau tak ada waktu buat buka email, banyaknya pekerjaan membuat Aurel kalang kabut dan kehabisan waktu untuk keluarga. Aurel kembali ke inbox dengan double klik.

Long_Kiss #3, klik
Waktu kakek pulang dari Jerman, kakek ingin Papa menikah segera dengan seorang gadis keturunan bangsawan teman seperjuangan kakek. Gadis itu adalah Mama. Papa tak kuasa menolak perjodohan. Resikonya berat jika Papa tidak menikah dengan gadis yang derajatnya sama, istri Papa tidak akan diakui sebagai anggota keluarga besar Burhandihardjo (Keluarga konglomerat di Jogyakarta, Keluarga besar Andhika Kusuma Burhandiharjo_Papa Aurel). Papa terpaksa menerima tawaran kakek karena papa belum bekerja, calon mertua Papa telah menyediakan pekerjaan dengan gaji tinggi. Seharusnya Papa bisa menolak perjodohan itu. Sejak dulu Papa diajarkan patuh terhadap orang tua. Adat jawa melarang Papa untuk menolak kenginan orang tua. Menurut mereka apa yang dilakukan orang tua buat kita adalah yang terbaik. Papa baru menyadari sekarang, selama ini papa hidup sebagai pecundang bukan petarung seperti yang Aurel lihat ketika Papa memimpin perusahaan. Papa merasa bersalah karena meninggalkan Keysha begitu saja. Waktu Papa ke rumahnya untuk meminta maaf dan menceritakan kondisi yang sebenarnya, Keysha hanya diam dan sesekali tersenyum. Papa tidak mengerti ekspresi wajah dan senyumnya. Ekspresi yang selalu membayang di pikiran Papa.

Hari itu hari terakhir Papa melihat Keysha, setelah itu Papa tidak tahu dimana Keysha berada. Oom Aditya juga tidak tahu kabarnya. Papa tahu Keysha terluka, tapi dia menyembunyikannya dalam senyum, lalu tiba-tiba menghilang untuk merajut hati yang terkoyak. Sampai Papa menikah, hubungan itu tidak pernah berawal dan berakhir. Beberapa bulan lalu Papa membaca iklan di internet tempat nongkrong para penggemar buku, namanya Coklut Book Café, pemiliknya bernama Keysha. Meskipun telah 30 tahun berpisah, Papa tetap mengenali wajah khasnya, senyumnya di foto yang dipajang disamping artikel. Lalu papa menghubung Keysha, kita sering bertemu di cafenya. Bernostalgia dengan getar-getar yang dulu Papa rasakan. Kebetulan koleksi buku dan minumannya lengkap. Papa sering menghabiskan waktu disana berjam-jam untuk menyelesaikan tulisan tanpa ada yang mengganggu. Keysha menyediakan corner khusus buat Papa. Dan membiarkan Papa berakrab ria dengan notebook. Hubungan kami kembali muncul ke permukaan. Efeknya papa jadi jarang sakit, karena ada yang memperhatikan Papa. Belakangan papa tahu kalau Keysha janda, Papa ingin kembali menjalin kisah dengan Keysha sekaligus menebus kesalahan Papa.

28 tahun cukup buat Papa membuat keluarga besar Mama bangga. Mama sama sekali tidak peduli dengan papa. Papa lelah dengan ini semua. 28 tahun Aurel, hidup Papa buat Mama, tanpa penghargaan, tanpa komunikasi yang enak, Papa selalu harus mau menuruti keinginan Mama. Kadang Mama tidak mau mengerti kalau Papa sedang tidak bisa memenuhinya. Mama selalu marah jika keinginannya tidak dipenuhi, sebulan lalu Mama tidak mau menemani Papa check up karena cemburu sama perawat dokter Reyhan. Akhirnya dokter Reyhan yang datang ke rumah. Papa jadi malu sama dokter Reyhan, untung beliau memahami. Sudah tua begini belum sembuh juga penyakit Mama. Papa tidak tahu harus berbuat apa. Dalam kondisi ini, Keysha jadi oase di siang hari dan embun pagi Papa. Keysha tidak mengetahui kondisi rumah tangga Papa. Dia hanya tahu semua baik-baik saja seperti yang orang lihat.


***

Aurel semakin penasaran, debaran di hati Aurel tak kunjung reda. Ternyata memang benar kata orang, air yang tenang menyimpan gejolak. Aurel tak pernah lihat ada yang salah dengan perkawinan Mama-Papa. Rasa kagum Aurel terhadap Papa kian bertambah. Seperti apa rasanya 28 tahun tanpa penghargaan diri, Aurel seperti bisa merasakan gejolak di hati Papa. Perasaan benci mulai merayapi hati Aurel ke Mama. Oh God…

Long_kiss #4, klik
Aurel, Papa telah memikirkan ini baik-baik. Keputusan ini Papa ambil karena kamu sudah dewasa, Papa ingin meminta pendapatmu. Enam bulan terakhir Papa sering bangun malam memikirkan kondisi yang Papa alami. Akibatnya, pagi hari Papa baru bisa tidur. Hal ini membuat Mama uring-uringan. Membuat kepala Papa ingin pecah. Mama nggak mau mengerti, Mama hanya menyalahkan, menuntut ini itu. Waktu Papa bercerita sering terbangun malam dan terjaga sampai pagi, Mama menuduh Papa chatting untuk cari pacar baru. Padahal Papa email ke Aurel, karena tidak bisa tidur lagi, papa browsing lihat perkembangan dunia atau ngecek kondisi perusahaan.

Aurel, Papa ingin berpisah dengan Mama. Aurel masih anak Papa, walau bagaimanapun hubungan Aurel sama Papa akan selamanya. Papa tetap yang akan menjadi wali nikah Aurel. Aurel boleh berpetualang kemanapun Aurel suka. Jadilah petualang yang tangguh. Papa jenuh. Papa ingin, kehidupan Papa kembali normal, Keysha-lah yang bisa memenuhi kebutuhan Papa, seperti Nenek yang bisa mengerti Papa. Papa ingin istirahat dari segala macam kejenuhan yang menghimpit. Papa tidak bisa lagi berhubungan dengan Mama. Mungkin ini noda buat perkawinan Papa dan Mama. Noda ungu, noda yang Papa inginkan. Noda yang seharusnya tidak ada, tapi noda itu sangat indah buat Papa. Papa tidak ingin seumur hidup menyesal karena mengambil keputusan yang salah. Papa ingin menghabiskan sisa umur Papa dengan orang yang mau mengerti, mencintai dan merawat Papa, dan sebaliknya. Maafkan Papa Aurel, ini yang terbaik menurut Papa. Mungkin Aurel akan membenci perbuatan Papa. Lakukanlah Aurel. Tapi please jangan benci Papa, Aurel adalah bahan bakar agar semangat hidup Papa tetap menyala. Jika kebencian telah tertanam di hati Aurel, Papa jadi sedih.

Terima kasih Aurel mau mendengar isi hati Papa
Salam sayang buat petualang sejati
Papa Aurel


***


Membaca email terakhir, serasa Aurel mau pingsan. Untung di kamar, bukan di warnet. Aurel bisa pingsan sesuka hati di kamar. Aurel tidak selemah itu. Aurel menganggap masalah tersebut biasa yang terjadi dalam rumah tangga. Aurel pikir kejadian ini cuma di sinetron pengisi waktu luang ibu-ibu rumah tangga. Ini bukan masalah berat jika kita mau mengembalikan semua pada Allah, Sang pemilik jagat raya.

Aurel bangkit dari duduk, menatap keluar, hamparan sawah dan pepohonan hijau dengan latar belakang gunung yang indah itu masih disana, diam, tenang, megah, seolah tak terjadi apapun. Jika Allah menghendaki, gunung itu dapat meletus. Begitu pula yang terjadi dengan Papa sekarang. Aurel menggeliat, meregangkan seluruh otot badan. Lalu menuju kamar mandi mengambil air wudhu, ritual dhuha tak berniat ditinggalkan. Aurel seperti punya hutang yang belum dibayar. Dalam damainya Dhuha, Aurel memohon petunjuk.

Ya Allah, berilah papa petunjuk. Kuatkanlah beliau untuk bertahan, Rei tahu cerai adalah perbuatan halal yang tidak engkau sukai. Papa hanya manusia biasa sepertiku. Yang punya keterbatasan. Jika saatnya nanti Papa harus melepas semua yang beliau miliki sekarang, maka lepaskanlah dengan ringan, janganlah engkau beri beban yang tidak sanggup beliau pikul. Ya Allah buatlah Papa kembali ke jalanMu, gerakkanlah hatinya untuk selalu mengingatMu setap saat. Papa masih sering meninggalkan sholat, padahal hanya engkau tempat yang kuat untuk berpijak.

Ya Allah di waktu Dhuha ini mudahkanlah segala urusan papa, mudahkanlah apa yang menurut beliau sulit. Dan janganlah Engkau menggerakkan hatiku yang lemah ini untuk memelihara dan tenggelam dalam perasaan benci.
Amin

Mukena Aurel basah oleh air mata. Aurel tahu hanya Allah yang dapat menolong Aurel keluar dari kesulitan ini. Segera Aurel melepas mukena dan mandi. Aurel ingin sarapan bersama Papa-Mama.


***


Sejak shubuh Mama sudah bangun menyiapkan segala kebutuhan Papa, mulai menemani jalan pagi, mencuci piring, mencuci baju sampai membuat sarapan.

“Pa, Mama sudah siapkan obat di meja makan, jangan lupa diminum. Ingat jangan terlalu banyak makan jeroan. Pagi ini mama mau ke acara launching baju pengantin dari serat alami. Bayak perancang terkenal yang datang. Lumayan kan buat nambah ilmu Mama. Supaya BoUTIQuE nggak ketinggalan jaman.” kata Mama panjang lebar sembari memoles eye shadow.

“Ya terserah Mama sajalah. Apa yang menurut Mama baik ya lakukan. Tapi kali ini Papa tidak bisa menemani.” sahut Papa sambil membaca koran.

“Kok papa gitu sih. Kayaknya nggak mendukung Mama deh, kalau Papa nggak bisa ngomong enak mending diam aja, daripada ganggu mood Mama. Nggak pa-pa kok mama pergi sendiri, lagian kalau Papa ikut paling-paling jelalatan lihatin daun muda. Iya kan? emang Mama enggak tahu. Ya udah deh ngomong sama Papa nggak ada habisnya. Mama pergi dulu.”

“Hati-hati ya Ma!”

Aurel mendengar pembicaraan Mama-Papa, baru sekali ini Aurel mendengar dengan telinga Aurel sendiri. Aurel hampir tak percaya. Mama yang selama ini Aurel kenal, telah berubah. Mama yang lembut dan penuh sayang, Mama yang mengerti kebutuhan keluarga. Aurel bisa merasakan letupan emosi di hati Papa. Aurel juga merasakan kepedihan. Betapa yang Papa butuhkan adalah rasa damai.

Setelah Mama pergi, Aurel mengetuk pintu kamar Papa.

“Permisi Pa, apa Aurel boleh masuk?” Tanya Aurel lembut.

“Come on girl, this is free area. Ada apa sih kok kamu serius sekali, pasti kamu mau curhat ya? kita ngobrol disamping yuk, sambil kamu sarapan. Kamu belum sarapan kan?” Papa sok menutupi gejolak dihatinya.

Aurel mengambil sepiring nasi goreng dan segelas air putih. Aurel memenuhi ajakan Papa. Sarapan sambil ngobrol-ngobrol ditemani pemandangan menyejukkan mata. Sambil makan Aurel mendengarkan Papa bercerita tentang proses penulisan novel terbarunya. Aurel tekun menyimak cerita Papa. Aurel menyelesaikan sarapan pagi tepat kata terakhir keluar dari mulut papa.


***


“Nah, sekarang giliran Aurel mau nanya sesuatu sama Papa.”

“Oke.”

“Pa, jadi papa sudah membuat keputusan? Papa yakin?” pertanyaan Aurel merubah raut wajah Papa.

“Aurel baru membaca email Papa. Maaf ya Pa, baru sempat. Abis di base camp banyak kerjaan. Kalau itu keputusan Papa dan itu yang terbaik, Aurel mendukung Papa. Tadi Aurel tidak sengaja mendengar pembicaraan Mama-Papa. Terus terang Aurel tidak percaya membaca email Papa, kejadian barusan membuat Aurel tak dapat menolak kenyataan yang terjadi. Papa tidak usah memikirkan perasaan Aurel. Aurel baik-baik saja dan Aurel bisa mengatasi keadaan yang ada. Kalau Aurel boleh memberi saran, apa Papa tidak sebaiknya melanjutkan sandiwara 28 tahun itu? Dan membiarkan Mama seolah tetap menjadi ratu di hati Papa. Aurel akan menympan ini semua. Aurel tidak membenci Papa atau Mama. Walau bagaimanapun Mama-Papa adalah orang tua Aurel, yang akan menikahkan Aurel dengan orang yang mencintai Aurel kelak.” ucap Aurel.

“Terima kasih Aurel, Papa menghargai pendapatmu. Kamu akan merasakan posisi Papa jika kamu telah menikah nanti. Papa berharap tidak terjadi pada rumah tangga Aurel.” Papa terdiam sejenak, sepertinya Papa ingin mengatakan sesuatu.

“Aurel, Papa minta tolong antarkan ini ke Coklut Book Café, berikan pada Keysha, jangan katakan dari papa. Makasih ya Aurel.” mata Papa berkaca-kaca.

Noda Ungu (1)

Chapter 1
Papa Mama Tercinta


Sejenak Aurel memandang keluar jendela pesawat yang sebentar lagi mendarat di bandara Ali Sadikin. Hamparan awan memenuhi mata elangnya yang sipit dan tajam. Aurel tersenyum damai. Aurel ingat waktu kecil dulu ingin tidur di atas awan, ingin tahu seperti apa rasanya awan. Mungkin seperti kapas wajah milik Mama. Aurel ingin suatu saat terbang di atas awan, kini Aurel ingat impiannya dulu menjadi kenyataan, terbang menggunakan pesawat (tentu saja), bukan sayap seperti malaikat kecil dalam dongeng. 20 menit lagi Aurel menginjakkan kaki di bumi parahiyangan tercinta, setelah 1 tahun tak pulang ke rumah. Ini semua demi cita-cita Aurel bergabung dengan LSM asing untuk Aceh Development. Aurel sengaja tidak memberitahu Andhika Kusuma dan Syafa Kirana (Papa-Mama Aurel) atas kepulangannya. Lagipula Papa harus banyak istirahat dirumah karena penyakit lamanya kambuh lagi, kebanyakan begadang. Kalau tahu Aurel pulang, Papa pasti memaksa untuk menjemput Aurel di bandara. Mama juga sibuk di BoUTIQuE (nama butik milik Syafa Kirana-Mama Aurel).

Kadang Aurel merasa bangga dengan kedua orang tuanya. Pada satu titik tertentu mereka bukan orang yang suka mengejar uang. Maka Papa-Mama langsung memberi lampu hijau waktu Aurel mengutarakan niat ingin menjadi sukarelawan di Aceh. 3 tahun lalu Papa rela melepas jabatan Presdir perusahaan real estate yang sekarang di limpahkan ke Oom Marvel, adik papa yang baru pulang dari New York. Papa ingin menikmati hidup sebagai manusia biasa. Kembali menjalani hari-hari tanpa stres di kantor. Tak ada lagi meeting panjang yang melelahkan pikiran. Juga deadline-deadline yang membuat manusia tak ingat waktu. Papa memutuskan menulis buku dan novel melanjutkan cita-cita semasa SMA. Sedangkan Mama memutuskan keluar dari perusahaan asing yang telah membesarkannya selama 20 tahun. Mama mendirikan BoUTIQuE dengan uang hasil tabungan selama bekerja. Mama sangat menikmati pekerjaannya, sampai-sampai tak memperhatikan papa. Akibatnya papa sering sakit untuk memperoleh perhatian dan kasih sayang dari mama.

“Kepada penumpang Flower Arlines, pesawat sebentar lagi mendarat, cek kembali barang bawaan anda, jangan sampai ada yang tertinggal. Terima kasih atas kepercayaan anda menggunakan jasa kami.”

Begitu pesawat mendarat, Aurel mampir sebentar ke Shop Corner (sebuah took oleh-oleh di Bandara) membeli oleh-oleh untuk Papa dan Mama. Papa suka memesan pulpen buat siapapun yang pulang dari perjalanan jauh dan mama suka sekali dengan bros.

Setelah mendapat barang yang dicari, Aurel segera membayar di kasir. Aurel ingin cepat sampai rumah. Tak sepert biasanya Aurel selalu menyempatkan diri menyeruput cappucino hangat di Coffee Beans (Sebuah café kopi di Bandung yang sering dikunjungi Aurel). Aurel ingin sekali memeluk Papa-Mama. Aurel kangen. Selama menjadi sukarelawan Aurel kehilangan kehangatan keluarga. Taksi mengantarkan Aurel tepat di depan rumah.

Aurel mampir ke BoUTIQuE yang terletak persis di seberangnya. Di sana Mama sering menghabiskan waktu. Aurel ingin mengejutkan mama. Tampak mama sibuk memasang scraft di manekin.

“Pesanan scraf saya sudah ada Bu?” Aurel menggoda Mama.

“Aurel…” Mama langsung memeluk Aurel.

“Bagaimana kabarmu sayang? Kamu baik-baik saja kan?Mama khawatir. Kenapa tidak kasih tahu Mama dulu kalau mau pulang. Kan Mama sama Papa bisa jemput kamu.”

“Aurel mau kasih kejutan. Tara…ini oleh-oleh buat Mama. Sorry Ma, Aurel nggak sempet jalan-jalan waktu di Aceh, tadi Aurel mampir di Corner Shop bandara. Mama pasti suka deh.”

“Nggak apa-apa sayang. Kamu malah repot-repot beli oleh-oleh buat Mama. Kamu pulang dalam keadaan sehat Mama sudah senang, yang penting adalah kesehatan kamu. By the way, kebetulan Mama baru aja membuat setelan pesta yang cocok dengan bros ni. Makasih ya sayang” Mama mencium pipi Aurel dan memeluknya erat.

“Ma, Aurel kangen Mama. Di sana Aurel nggak bisa makan Sop Seafood buatan Mama. Aurel juga kangen Papa. Gimana kondisi Papa?” Aurel mendadak teringat Papa.

“Yuk kita ke rumah. Mama sampai lupa.”

Mereka berdua menyeberang jalan menuju rumah utama. Kemudian langsung ke ruang keluarga yang menyatu dengan pemandangan dari luar. Biasanya Papa suka menghabiskan waktu di sana, viewnya terlihat kontras sekali. Dari beranda terlihat hamparan sawah dan pepohonan hijau dengan latar belakang gunung yang indah. Membuat siapapun malas beranjak. Papa rela menghabiskan waktu berjam-jam ditemani laptop kesayangannya.

“Pa, coba lihat siapa yang datang.” Mama mengagetkan Papa yang sedang membuat bagian akhir novelnya

“Iya sebentar. Suruh tunggu dulu di ruang tamu, sebentar lagi Papa selesai, tanggung nih.” Papa menyahut tanpa melihat ada Aurel di belakang.

“Silakan sang maestro melanjutkan tugas, saya tidak akan mengganggu, saya akan menunggu sampai maestro selesai.”

Papa mengenal betul suara seseorang yang dibelakangnya.

“Aurel…” Papa memeluknya erat.

Aurel memeluk Papa erat, sama eratnya dengan pelukan Papa. Ada energi hangat menyembul diantara keduanya. Sesuatu yang selalu dirasakan Aurel setiap kali Papa memeluk Aurel, seolah Aurel tak ingin Papa dimiliki yang lain, selain Aurel dan Mama. Meski Aurel tahu diluar sana seorang wanita telah memberi kehangatan seperti ini pada Papa. Sesuatu yang tak pernah Papa peroleh dari Mama. Aurel ingin wanita itu pergi dari kehidupan Papa, tapi Aurel tak bisa menghalangi apa yang Papa butuhkan buat hidupnya. Perasaan Aurel kembali ungu.

“Apa kabar maestro?”

“Apa kabar juga petualang?”

Mereka berdua tertawa bersama, tawa renyah yang Aurel selalu rindu kala jauh dari rumah. Mama ikut merasakan kehangatan itu. Tawa mereka berderai. Cerita mengalir seru dari mulut Aurel selama di Aceh. Papa dan Mama bertukar cerita tentang aktivitas akhir-akhir ini. Malam menyapa pelan, ketika rangkaian cerita ketiganya hampir selesai. Mama mempersilahkan Aurel membersihkan diri dan istirahat. Aurel mencium pipi Papa-Mama, lalu minta ijin istirahat.


***

Aurel meletakkan 2 ransel besar di kamar, rasa penat mulai menyergap. Aurel menikmati segarnya air shower hangat. Selama menjadi sukarelawan kebiasaan mandinya yang lama tak pernah dilakukan lagi. Air shower menelusuri tubuh Aurel yang lelah dan penuh sisa keringat. Aurel membaluri tubuh dengan scrub, membilas, dan terakhir berendam di bath up yang telah diberi minyak aromaterapi. 45 menit Aurel sudah siap dengan baju tidur, tak lupa Aurel mengoleskan krim malam untuk wajah. Doa pengantar tidur mengiring Aurel sampai pulas.

Pukul 3.30 pagi Aurel terbangun oleh jam biologisnya. Aurel mengambil air wudhu, sholat tahajud, tadarus sambil menunggu shubuh. Setelah sholat shubuh Aurel tidak kembali tidur. Aurel mengingat mimpi semalam. Aurel bertemu dengan seorang wanita, usianya tidak jauh dari usia Papa. Pertemuan tak sengaja di bandara dalam perjalanan Aceh-Bandung. Wanita itu tidak sengaja menabrak Aurel yang sedang keluar dari Corner shop dan meminta maaf atas kelalaiannya, ia ingin mentraktir Aurel minum kopi buat menebus kesalahan. Karena tergesa-gesa, maka ia hanya memberikan kartu nama. Aurel terpaksa menerimanya.

Keysha Seruningtyas
Coklut Book Café
Meet me at : Tulip raya 86 Bandung
‘Hidup Akan Berarti Bila Hari Ini Kita Memberi Arti’

Mengapa ada seorang Keysha tiba-tiba masuk dalam mimpiku? siapa dia?, apakah aku mengenalnya? Rasanya tidak. Apa hubungannya denganku?

Noda Ungu (Sinopsis)

(Tentang Sebuah Penantian Cinta Sejati)
Created By Sweety Qliquers


Noda Ungu
Chapter 1 Papa Mama Tercinta
Chapter 2 Pengakuan Papa
Chapter 3 Keysha Seruningtyas


Sinopsis
Novel romantis yang akan mengajarkan kita tentang arti cinta dan cinta sejati. Mengisahkan tentang seorang Aurelia Cempaka (Aurel) anak seorang penulis terkenal Andkhika Kusuma (Dhika Fatamorgana) yang menjadi saksi atas rapuhnya cinta kedua orang tuannya. Aurelia Cempaka (Aurel) mengetahui bahwa selama 20 tahun ini Andhika Kusuma (Papanya) tidak pernah sedikit pun mencintai Syafa Kirana (Mamanya). Selama ini Aurelia Cempaka (Aurel) tak pernah menyadari dibalik keharmonisan keluarganya, ternyata Andhika Kusuma (Papanya) selalu mempertanyakan cintanya pada Syafa Kirana (Mamanya).

Hanya karena sebuah perjodohan keluarga dan kepastian masa depan yang cerah dan mapan Andhika Kusuma (Papa Aurel) mau menikahi Syafa Kirana (Mama Aurel). Andhika Kusuma (Papa Aurel) rela meninggalkan Keysha Seruningtyas (Pemilik Coklut Book Café) cinta sejatinya di waktu kuliah dulu.

Akan berpihak kepada siapakah Aurelia Cempaka (Aurel) ? Syafa Kirana (Mamanya) yang tak pernah menghargai kehadiran Andhika Kusuma (Papanya) disisnya ? Ataukah Keysha Seruningtyas (Mantan kekasih papanya) yang selalu membuat Andhika Kusuma (Papanya) bahagia dan merasa nyaman berada disisinya ?

Apakah Aurelia Cempaka (Aurel) akan tetap mempertahankan keutuhan rumah tangga kedua orang tuanya, tetapi membiarkan Andhika Kusuma (Papanya) lebih menderita lagi di akhir sisa hidupnya? Atau mendukung keputusan Andhika Kusuma (Papanya) bercerai dengan Syafa Kirana (Mamanya) untuk bersanding dengan Keysha Seruningtyas-mantan kekasih papanya di masa kuliah terdahulu, wanita yang selalu membuat bahagia Andhika Kusuma (Papanya) ?


Karakter Tokoh Noda Ungu :


Aurelia Cempaka (Aurel)
Putri dari seorang penulis terkenal Andhika Kusuma (Dhika Fatamorgana) dan seorang sukarelawan. Putri dari sebuah keluarga yang terlihat harmonis dan bahagia di luarnya. Ia ingin Papanya bahagia, tetapi Papanya akan merasa bahagia bila bersama wanita lain selain Mamanya.

Andhika Kusuma (Papa Aurel)
Seorang pria yang tak mampu menolak perjodohan kedua orang tuanya. Sejak dulu ia diajarkan patuh terhadap orang tua. Adat jawa melarangnya untuk menolak kenginan orang tua. Menurut mereka apa yang dilakukan orang tua itu adalah yang terbaik. Ia baru menyadari sekarang, selama ini ia hidup sebagai pecundang bukan petarung seperti yang Aurel (Anaknya) lihat ketika ia memimpin perusahaan. Ia berusaha untuk mencintai istrinya, tapi ia tak bisa. Ia masih mencintai Keysha Seuningtyas (Mantan kekasihnya).

Syafania Kirana (Mama Aurel)
Putri dari salah satu konglomerat di Bandung. Seorang istri yang terlalu sibuk dengan kegiatannya sendiri. Mengurus bikinis butik miliknya. Seorang istri yang sama sekali tidak pernah memperdulikan suaminya. Ia tak pernah menghargai suaminya. Ia jarang melakuakan komunikasi yang nyaman dengan suaminya. Ia ingin suaminya menuruti semua keinginannya. Selalu cemburu buta pada suaminya.

Keysha Seruningtyas (Mantan Kekasih Papa Aurel)
Bukan wanita yang cantik, yang jelas dia tidak sama dengan wanita-wanita lain yang Papa Aurel kenal. Dia memang tidak memoles wajahnya dengan kosmetik, tapi siapapun yang pernah mengenalnya, pasti setuju kalau Keysha berkepribadian hangat, rendah hati, empatinya luar biasa, dia tidak bisa melihat orang lain menderita. Keysha bukan orang kaya, tapi selalu menolong teman yang kesusahan, siapapun orang itu. Hingga ia rela memberikan seluruh tabungannya untuk menolong orang, walaupun akhirnya membuatnya hidup serba kekurangan.