Tampilkan postingan dengan label Aku Dan Aditya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aku Dan Aditya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Januari 2010

Aku & Aditya (3-TAMAT)

Chapter 3
Cinta Yang Tak Terlihat


Aku menoleh ke sampingku dan melihat Adit yang juga sedang menatapku dengan tatapan matanya yang lembut. Hari ini aku harus mengatakannya. Katakanlah! Jeritku dalam hati. Katakan kalau kamu tidak dapat menemuinya lagi! Namun pada saat kata-kata yang telah aku persiapkan hendak meluncur dari bibirku, aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan sebaliknya merangkul pundak Adit.

Pada saat itu, aku menyadari sesuatu yang telah aku sangkal selama bertahun-tahun. Aku tidak dapat mengakhiri persahabatanku dengan Adit karena aku membutuhkannya setiap hari untuk seumur hidupku. Aku ingin selalu melihatnya tersenyum, mendengarkan canda tawanya dan merasakan kehadirannya di sisiku ketika aku sedang sedih dan gundah. Ternyata aku menyayanginya dan membutuhkannya lebih dari seorang sahabat.

Aku menatap ke dalam bola matanya yang berwarna hitam pekat bagaikan telaga. "Sejujurnya, aku... aku sayang kamu... aku nggak bisa kehilangan kamu...." Airmataku pun tumpah membasahi kemejanya.

Namun Adit hanya diam memelukku dan mengusap rambutku.
Setelah tangisku terhenti, barulah ia memegang kedua pundakku dan menatap lurus ke dalam mataku. "Tahukah kamu Key, apa yang selalu kuminta di setiap hari di dalam doaku?” Ia tersenyum.

“Aku mendoakan kebahagiaanmu. Namun jika ia tidak bahagia bersama Virgo, Tuhan, maka izinkan aku yang membahagiakannya....”

Tangisku pun pecah kembali dan kami berpelukan lama sekali, seperti dua orang yang baru menyadari cinta mereka berdua. Angin bertiup dengan pelan, ombak berdesir dengan lembut... seakan menjadi saksi cinta kami berdua.

Sejak saat itu, aku dan Adit tidak pernah lagi mengenal kata berpisah. Sore itu aku menyadari bahwa aku bertanggung jawab atas kebahagiaanku sendiri. Kata orang, cinta yang sejati tumbuh karena kebersamaan. Kadang kala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, karena takut kau berpaling dan memberi jarak. Namun bila suatu saat ia pergi, barulah kau akan menyadari, bahwa ia adalah cinta yang tidak kau sadari. Tampaknya, aku tidak hanya sekedar membutuhkan Adit.... Aku telah jatuh cinta, walau aku tidak pernah menyadarinya sampai detik aku hampir kehilangan dirinya.

Untuk yang tercinta... Aditya Permadi
Ternyata aku cinta dan kutakut…
Kehilangan dirimu yang kukasihi…

(Dari yang Tercinta - Keysha Dinata)



TAMAT
Copyright Sweety Qliquers
www.dindasweet-86.blogspot.com

Aku & Aditya (2)

Chapter 2
Adit VS Virgo


“Tahu nggak, Key, apa masalah kamu?” tanya Adit suatu saat dengan mimik yang lucu. Hanya dia yang dengan berani-beraninya memendekkan namaku, Keysha, menjadi ‘K’. Memendekkan tulisan nama panggilan ‘Key’ menjadi ‘K’ (K= Pengucapan Inggris menjadi Key). Biar demikian, aku cukup menyukainya sih. Aku tidak menjawab, hanya menggelengkan kepalaku.

“Kamu ini terlalu bagaimana ya, nggak santai! Kamu harus lebih terbuka sama orang lain, lebih easy-going.... Pernah nggak sih, semua yang kamu ceritakan ke aku kamu ceritakan ke pacarmu? Nggak pernah, kan? Kamu harus lebih banyak share sama dia. Wajar saja dia marah kalau kamu nggak suka cerita. Kalau begitu terus, dia akan jadi merasa tersisih, Key,” sambung Adit panjang lebar.

Aku mengangguk-anggukkan kepalaku. Benar juga, sih. Virgo memang suka marah kalau aku menceritakan soal Adit, bagaimana dekatnya aku dengannya, dan bagaimana aku merasa bebas menceritakan masalah-masalahku. Atau, apa mungkin dia cemburu ya? Aku tertawa geli membayangkannya. Walaupun keren dan banyak cewek yang naksir, Adit itu cerewet sekali kepadaku, sampai-sampai terkadang aku menjulukinya 'my sister' – habis, seperti cewek, sih! Namun, aku yakin dia bukan gay karena ia pernah menceritakan kisah cintanya yang dulu padaku.

Persahabatan kami pun berlanjut terus, sampai tiba waktunya kami berdua harus kembali ke Jakarta karena kuliah kami sudah tuntas. Begitu sampai di Jakarta, aku memperkenalkannya kepada Papaku, yang sangat menyukainya. Namun, ketika aku memperkenalkannya kepada Virgo, reaksi pacarku selama lima tahun tersebut benar-benar tidak kusangka.

“Aku nggak suka sama dia, Key!” ujar Virgo datar, dengan ekspresi masam yang membuat wajah gantengnya menjadi tidak enak dilihat.

“Aku pengen kamu menjauhi dia. Toh sekarang sudah ada aku, kamu juga tidak perlu dia lagi, kan? Kalau mau teman jalan-jalan, kan ada Melati, Aurel, atau Syafa...." lanjutnya sembari menyebutkan nama teman-temanku saat SMA dulu.

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Virgo tidak mengerti arti persahabatan Adit bagiku. Dia memang benar-benar cemburu. Namun saat itu, aku mengira kecemburuannya hanya akan berlangsung sementara saja. Toh, kalau dia sudah mengenal Adit lebih baik, pasti dia akan menyukainya.

Di sisi lain, walaupun Virgo sangat tidak ramah kepadanya, Adit tetap ceria dan menganggap Virgo sebagai teman. Ia juga masih sering menghubungiku, dan kadang-kadang ia main ke rumahku untuk menemani adik-adik perempuanku yang masih kecil-kecil. Mereka suka sekali dengannya karena ia pandai bercerita dan masakannya sangat enak. Selain menemani si kecil Beby bermain dan membaca, Adit juga sering membantu memberikan solusi-solusi masalah cowok untuk Chacha yang mulai beranjak remaja.

Tahun demi tahun terlewati, dan Adit tetaplah teman yang terbaik untukku. Kami sering bertemu, sekedar hanya untuk berbincang-bincang. Kami bahkan mengajukan diri untuk menjadi guru Les privat Bahasa Inggris di ‘Ferindo English’ (Les Privat Bahasa Inggris Australia, yang buka cabang di Indonesia) bersama-sama.

Hubunganku dengan Virgo juga menjadi semakin serius. Kami telah berpacaran selama lebih dari tujuh tahun. Ia sudah bekerja untuk Papa, membuat pernikahan semakin berada di dekat mata. Bagiku, semua yang kami lewati bersama telah menjadi suatu masa depan pasti yang tak perlu diramalkan lagi. Ya, mengapa aku harus khawatir? Virgo laki-laki yang baik, dia luwes dalam pergaulan dan akrab dengan semua saudara-saudaraku, mempunyai tabungan yang lebih dari cukup untuk memulai suatu rumah tangga dan kami tidak pernah berselisih lebih dari pertengkaran-pertengkaran kecil. Dan bukankah aku juga telah mengenakan cincin ‘janji’ dari Virgo?

Akan tetapi sore itu aku tidak mengenakan cincin tersebut. Aku tidak pernah mengenakannya apabila sedang bersama-sama Adit. Virgo telah memberikan ultimatum kepadaku seminggu yang lalu, sebelum aku dan Adit berangkat bersama-sama ke Australia untuk menghadiri reuni angkatan kami saat kuliah dulu.

“Aku nggak mau kamu dekat dengan Adit lagi. Kita sebentar lagi akan menikah Key, dan aku sering mendengar orang-orang mempergunjingkan kedekatanmu yang tidak wajar dengan Adit. Bagaimanapun juga dia laki-laki dan kamu perempuan. Aku percaya kepadamu, tapi kamu harus memutuskan hubunganmu dengannya,” ultimatum Virgo. Tanpa ekspresi. Dingin sekali.

Aku & Aditya (1)

Chapter 1
Dia Yang Selalu Ada Untukku


Angin sore berhembus dengan lembut, membungkus diriku dalam hangatnya udara musim panas. Aku melepaskan sandalku dan menjinjingnya. Aku suka merasakan pasir-pasir lembut ini masuk ke sela-sela jariku, merasakan kakiku tertimbun olehnya. Deburan ombak yang berdesir mengikuti irama langkahku terdengar seperti musik di telingaku.

Di sebelahku, Aditya menghirup dalam-dalam udara pantai yang segar dan menentramkan jiwa. Rambutnya yang berwarna hitam kecoklatan ditiup angin dan menari-nari menutupi sebagian wajahnya. Ia tidak berubah sama sekali sejak pertama kali aku bertemu dengannya. Aku tidak dapat mengingat kapan terakhir kali aku merasa sedamai ini....

Aku pertama kali bertemu dengan Aditya di pantai ini. Hari itu, Adit – begitu panggilanku untuknya, terlihat seperti mahasiswa Indonesia kebanyakan yang bersekolah di Australia. Dalam balutan jeans yang digulung sampai lutut dan kaos putih, ia terlihat santai dan tanpa beban. Dan justru hal itulah yang menarik perhatianku kepadanya.

Perkenalan kami berlanjut ke barter nomor handphone dan alamat, dan tidak lama kemudian kami pun menjadi sahabat karib. Kepadanya yang santai dan easy-going, aku dapat mencurahkan semua masalahku, terutama mengenai pacarku yang sedang bekerja di Indonesia.

Segala kekhawatiranku, kekesalanku dan kecurigaanku pun dihapus Adit dengan mudah melalui canda tawa dan saran-saran yang diberikannya. Kepadanya aku juga menceritakan bebanku sebagai anak tertua di keluarga yang tidak memiliki anak laki-laki sama sekali—bagaimana aku harus sekolah tinggi demi meneruskan usaha Papa, dan pada saat bersamaan menjadi teladan bagi adik-adikku yang sudah tidak memiliki seorang Mama.

Aku & Aditya (Prolog)

Prolog

Hati Berbunga Rindu
Jiwa Tak Tentu Arah
Inikah Yang Disebut Cinta

Bulan Kedua Itu
Pertama ku Dengan Kamu
Dua Hati Terpaut Suka

Oh Begitu Cepat Waktu Berlalu
Perpisahan Tak Diduga
Kuingin Denganmu Tak Terbatas Waktu
Kau Tetap Slalu Di Hati

Bulan Kedua Itu
Cintaku Tak Kan Kuhapus
Pertama Kau Ucap Kata Cinta

(Melly Goeslaw – Bulan Kedua)

Aku & Aditya (Sinopsis)

Created By Sweety Qliquers
(www.dindasweet-86.blogspot.com)


Aku & Aditya
Prolog
Chapter 1 Dia Yang Selalu Ada Untukku
Chapter 2 Adit VS Virgo
Chapter 3 Cinta Yang Tak Terlihat


Sinopsis
Kata orang, cinta yang sejati tumbuh karena kebersamaan. Kadang kala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, karena takut kau berpaling dan memberi jarak. Namun bila suatu saat ia pergi, barulah kau akan menyadari, bahwa ia adalah cinta yang tidak kau sadari. Dan itulah yang terjadi pada Keysha Dinata (Key). Tampaknya, ia tidak hanya sekedar membutuhkan Aditya Permadi (Adit). Ia telah jatuh cinta, walau Ia tidak pernah menyadarinya sampai detik ia hampir kehilangan diri Aditya Permadi (Adit).


Karakter Tokoh Aku & Aditya :

Keysha Dinata (Key)
Perkenalan Keysha Dinata (Key) dan Aditya Permadi (Adit) bermuda dari barter nomor handphone dan alamat, dan tidak lama kemudian mereka pun menjadi sahabat karib. Kepada Aditya Permadi (Adit) yang santai dan easy-going, Keysha Dinata (Key) dapat mencurahkan semua masalahnya, terutama mengenai pacarnya – Virgo Perdana (Virgo) yang sedang bekerja di Indonesia.

Aditya Permadi (Adit)
Terlihat seperti mahasiswa Indonesia kebanyakan yang bersekolah di Australia. Ia terlihat santai dan tanpa beban. Dan justru hal itulah yang menarik perhatian Keysha Dinata (Key) pada Aditya Permadi (Adit).

Virgo Perdana (Virgo)
Virgo Perdana (Virgo) dan Keysha Dinata (Key) telah berpacaran selama lebih dari tujuh tahun. Ia sudah bekerja di perusahaan milik Papa Keysha Dinata (Key). Virgo Perdana (Virgo) laki-laki yang baik, dia luwes dalam pergaulan dan akrab dengan semua saudara-saudara Keysha Dinata (Key), mempunyai tabungan yang lebih dari cukup untuk memulai suatu rumah tangga. Virgo Perdana (Virgo) dan Keysha Dinata (Key) tidak pernah berselisih lebih dari pertengkaran-pertengkaran kecil.