Tampilkan postingan dengan label Kerikil-Kerikil Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerikil-Kerikil Cinta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Januari 2010

Kerikil-Kerikil Cinta (6-TAMAT)

Chapter 6
Keputusan Dhika


“Dhika kenapa kamu lakukan ini?” Syafa masih mencoba mencari tahu. Dhika tersenyum getir, menatap gadis yang kini duduk di sampingnya. Betapa berat melepas gadis itu, bagaimanapun juga Syafa sangat berarti dalam kehidupannya. Gadis itu membawa perubahan besar dalam hidupnya. Dan kini haruskah ia lepas? Dia memang salah memasuki ruang di antara mereka berdua. Dia menjadi penghalang bagi cinta Syafa dan Marvel.

Sungguh Dhika takkan pernah sanggup, menjadi benalu pada pohon yang telah memberinya tempat untuk hidup. Dan dia telah memutuskan untuk pergi dari sisi Syafa, walaupun itu akan terasa pahit bagi hati dan pikirannya.

Tapi harus bagaimana lagi? Ia tak ingin melukai perasaan Marvel, walaupun besar rasa cintanya pada Syafa.

“Ini nggak adil! Aku tulus mencintaimu! Aku memang pernah punya kenangan bersama Marvel. Tapi itu sudah menjadi bagian dari masa lalu!” tegas Syafa memberi keyakinan.

“Benarkah? Lalu apakah aku pantas disebut sebagai sahabat? Bahagia dengan cintaku, sementara hati sahabatku terluka? Apa kata orang nanti?” ucap Dhika tapi hanya dalam hati. Ia tidak ingin semakin melukai Syafa. Walaupun hatinya sekarang ini benar-benar terpuruk.

Kini Dhika telah meninggalkan mereka berdua menempuh jalannya sendiri. Tapi mengapa Syafa belum mampu melupakan Dhika? Dan Marvel tak pernah mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang menyelubungi hatinya.

“Tidak bisakah kita renda kembali tali kasih cinta kita?” tanya Marvel penuh asa. Syafa menggeleng lemah.

Perlahan kepalanya terangkat dan matanya menatap Marvel pedih.

“Aku tidak bisa lagi mencintaimu. Cinta itu entah kapan telah berlalu dari hatiku.”

“Tapi kalian juga tidak mungkin bersama lagi! Marvel telah meninggalkanmu, tidakkah itu cukup sebagai alasan agar kamu melupakan dia?”

“Tidak peduli dia ada di mana, aku akan tetap menunggunya. Aku yakin dia akan berlabuh di hatiku.”

Pedih! Itu yang dirasakan Marvel saat dengan tegas Syafa mengucapkan semua itu. Jika memang itu keputusan Syafa, berhakkah dia melarangnya?

Cinta datang tanpa diminta pergi pun tanpa kita tahu. Walau jalan cinta penuh dengan kerikil-kerikil tajam, tapi banyak yang berhasil melaluinya. Dan Marvel punya harapan yang begitu besar. Berharap suatu saat nanti, Syafa mampu menghilangkan kerikil-kerikil tajam itu untuk mendapatkan cinta sejatinya.



TAMAT
Copyright Sweety Qliquers
www.dindasweet-86.blogspot.com

Kerikil-Kerikil Cinta (5)

Chapter 5
Dilema Dhika


Jangan pernah melepaskan orang yang telah membawa perubahan besar dalam hidupmu dan kamu tahu, Sya? Kamulah orang itu, kamulah dewi itu. Dan aku takkan pernah melepasmu. Setetes airmata membasahi kedua pipi Syafa saat mengingat ucapan Dhika 3 bulan yang lalu. Saat itu Dhika baru saja sembuh dari ketergantungannya pada drugs. Lima bulan yang lalu Dhika benar-benar sosok yang rapuh. Dan suatu hari Marvel memintanya untuk mendekati Dhika, memberi perhatian dan kasih sayang. Tapi dalam usaha menjauhkan Dhika dari drugs tidak disangka cinta akan datang menyusup di hatinya.

Padahal saat itu dia sedang menjalin cinta dengan Marvel. Memang hubungannya dengan Marvel, tidak ada satu pun teman mereka yang tahu. Awal mula Marvel memintanya untuk mendekati Dhika, Syafa sempat menolak. Tapi Marvel terus memaksa dengan alasan Dhika sahabatnya dan ia tidak ingin Dhika semakin terjerumus. Dengan keyakinannya, Marvel memastikan Dhika pasti akan meninggalkan drugs setelah mendapat perhatian yang tulus dari Syafa.

Dan Marvel memang benar, Dhika berhasil meninggalkan dunia drugs dan cintanya pada Syafa yang jadi pemacunya. Kalau mau jujur, pesona Dhika memang mampu membuat cinta Syafa berpaling dari Marvel. Dan salahkah dirinya bila cintanya pada Marvel sudah luntur saat dia memutuskan untuk mendampingi Dhika?

Kerikil-Kerikil Cinta (4)

Chapter 4
Syafa & Marvel


“Apa yang sebenarnya pernah terjadi di antara kalian? Sepertinya Gue berhak mencari tahu, kan?” tanya Dhika. Syafa membalikkan badannya menghadap Marvel. Matanya penuh harap menatap Marvel. Berharap Marvel tidak mengatakan apa-apa pada Dhika, tentang apa yang terjadi di antara mereka.

“Marvel, Lo sahabat Gue dan Syafa adalah cinta Gue. Kalian berdua punya kedudukan penting dalam kehidupan Gue. Gue menyayangi kalian,” Dhika masih mencoba mencari tahu. Tanpa kata Marvel beranjak meninggalkan ruangan tanpa memedulikan pertanyaan yang dilontarkan Dhika. Dhika menatap punggung Marvel dengan tanda tanya di hatinya. Kini tatapnya berganti ke arah Syafa. Gadis itu hanya mampu menunduk tanpa mengatakan apa-apa.

“Tolong jangan tatap aku seperti itu Di. Aku tahu aku salah. Jangan membuatku semakin merasa bersalah,” ucap Syafa getir.

Kerikil-Kerikil Cinta (3)

Chapter 3
Rencana Marvel


Syafa merasa gelisah sekali malam ini, dan itu karena semua kata-kata Marvel padanya tadi siang.

Marvel telah berubah, sama sekali berubah!. Salahkah dirinya bila sekarang ini lebih mementingkan keberadaan Dhika daripada Marvel? Salahkah dirinya, bila cinta itu datang begitu saja tanpa ia mampu mengelak?.

Marvel berdiri tepat di depan Syafa. Syafa melihat sekeliling ruangan. Ia memang paling belakangan pulang saat bel sudah berbunyi 10 menit yang lalu.

“Kenapa? Lo takut Dhika memergoki kita?” sinis Marvel memaksa Syafa menatap tajam cowok itu, tepat di retina matanya. Cinta itu masihkah memberi warna pada mata elangnya?

“Gue cuma nggak pengen Dhika punya prasangka buruk sama kita!” tukas Syafa cepat.

“Gue janji nggak bakalan lama,” ucap Marvel akhirnya. Syafa kembali duduk di bangkunya.

“Seberapa jauh hubungan kalian tiga bulan ini?” tanya Marvel menyelidik, membuat Syafa mengerutkan keningnya. Ia jadi bingung dengan pertanyaan Marvel.

Pertanyaan itu seolah-olah Marvel ingin menghakiminya.

“Bukannya Lo sendiri yang nyuruh Gue buat ngedeketin Dhika? Membantunya untuk lepas dari drugs!”

“Tapi Gue nggak nyuruh Lo untuk jatuh cinta sama dia!” balas Marvel sinis membuat Syafa terkejut dengan nada bicara Marvel yang naik satu oktaf lebih tinggi. Dijawab juga percuma! Syafa meraih tasnya dan beranjak pergi. Tapi langkah itu terhenti seketika, saat sesosok tubuh atletis berdiri di ambang pintu dengan tatap penuh tanda tanya.

Kerikil-Kerikil Cinta (2)

Chapter 2
Rasa Cemburu Marvel


Marvel terlihat memainkan stick drum-nya tanpa ekspresi sedikit pun. Seolah-olah apa yang baru saja dikatakannya, sama sekali tidak membuat telinga merah. Syafa merasa kecewa sekali dengan ucapan Marvel tadi. Tidak seharusnya Marvel mempermalukan Dhika di hadapan anak-anak. Seharusnya cowok itu bisa memahami bagaimana perasaannya Dhika, tidak asal bicara. Marvel masih tidak bergeming. Menatapnya sekilas pun tidak ia lakukan. Dan itu sungguh membuat Syafa merasa tertekan. Marvel tersenyum getir. Ia menghentikan aktivitasnya memainkan drum.

“Lo ngakhawatirin perasaan Dhika kan? Lalu gimana dengan perasaan Gue, Sya? Pernah nggak sih Lo pikirin walaupun Cuma sedikit?” tuntut Marvel membuat Syafa tak mampu mengatakan sepatah kata pun. Syafa menarik nafas perlahan. Seharusnya Marvel bisa memahami posisinya bukan malah menyudutkannya. Namun apa yang dilakukannya?

“Lo nggak bisa begitu saja menjadikan Gue sebagai sampah. Saat merasa bimbang Lo bisa membuang Gue, tapi begitu Lo inginkan lo coba untuk meraihnya lagi!”

Syafa tak mampu menahan beban di hatinya selama tiga bulan ini. Hingga tercurahlah kata-kata itu. Kata-kata yang selama ini tak pernah ingin ia
sampaikan pada Marvel. Syafa beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar ruangan.

“Gue nggak pernah menjadikan Lo sampah di hati Gue,” ucap Marvel membuat langkah Syafa terhenti. Ucapan itu begitu lirih, namun Syafa mampu mendengarnya. Marvel merasa semakin terluka, saat tanpa bicara Syafa kembali meneruskan langkahnya, meninggalkannya dalam kebimbangan.

Kerikil-Kerikil Cinta (1)

Chapter 1
Syafa & Dhika


Syafa dan Dhika tertegun di depan pintu, saat tiba-tiba saja seisi ruangan menghentikan aktivitasnya main band dan menatap tajam ke arah mereka berdua. Dengan kikuk Syafa mencoba tersenyum dan segera duduk di kursi yang tersedia di sudut ruangan. Dhika langsung mengambil gitar yang tergeletak di samping Melati.

“Kenapa berhenti? Kalian marah karena gue datang terlambat? Kita bisa mulai lagi kan?”

Dhika mulai memetik gitar dan memainkan intro sebuah lagu. Saat sadar teman-teman yang lain tidak mengimbangi permainannya. Dhika hanya tersenyum kecil. Ia paham mereka pasti kecewa karena dia datang terlambat.

“Dua jam, Dhik. Lo terlambat dua jam!! Gue kecewa sama Lo. Demi seorang cewek lo mengorbankan waktu latihan kita! Sejak bersama Syafa Lo mengesampingkan grup band kita. Dan lo seenaknya saja bilang terlambat!” celetuk Marvel panjang lebar dengan nada sinis.

Syafa terkejut mendengar ucapan Marvel yang tidak ia sangka. Aditya, Melati, dan Reyhan yang berada di ruangan itu juga tampak terkejut mendengarnya. Muka Dhika merah padam, sedetik kemudian ia meletakkan gitarnya dan meninggalkan studio latihan. Anak-anak yang lain segera keluar menyusul. Syafa masih terpaku di tempatnya.

Kerikil-Kerikil Cinta (Sinopsis)

(Tentang Sebuah Cinta Sejati Yang Tak Tergantikan)
Created By Sweety Qliquers



Kerikil-Kerikil Cinta
Chapter 1 Syafa & Dhika
Chapter 2 Rasa Cemburu Marvel
Chapter 3 Rencana Marvel
Chapter 4 Syafa & Marvel
Chapter 5 Dilema Dhika
Chapter 6 Keputusan Dhika


Sinopsis
Karena ingin menyembuhkan ketergantungan Drug sahabatnya - Andhika Kusuma (Dhika), Marvel Andromedha (Marvel) meminta kekasihnya – Syafania Kirana (Syafa) untuk mendekati Andhika Kusuma (Dhika).

Dengan keyakinannya, Marvel Andromedha (Marvel) memastikan Andhika Kusuma (Dhika) pasti akan meninggalkan drugs setelah mendapat perhatian yang tulus dari Syafania Kirana (Syafa).

Dan Marvel Andromedha (Marvel) memang benar, Andhika Kusuma (Dhika) berhasil meninggalkan dunia drugs dan cintanya pada Syafania Kirana (Syafa) yang jadi pemacunya.

Kalau mau jujur, pesona Andhika Kusuma (Dhika) memang mampu membuat cinta Syafania Kirana (Syafa) berpaling dari Marvel Andromedha (Marvel). Dan salahkah dirinya bila cintanya pada Marvel Andromedha (Marvel) sudah luntur saat dia memutuskan untuk mendampingi Andhika Kusuma (Dhika)?


Karakter Tokoh Kerikil-Kerikil Cinta :

Syafania Kirana (Syafa)
Niat awalnya untuk menyembuhkan Andhika Kusuma (Dhika) dari ketergantungan Drugs, dengan cara memberi perhatian dan kasih sayang. Tapi dalam usaha menjauhkan Andhika Kusuma (Dhika) dari drugs tidak disangka cinta akan datang menyusup di hati Syafania Kirana (Syafa).

Andhika Kusuma (Dhika)
Sahabat Marvel Andromedha (Marvel). Andhika Kusuma (Dhika) berhasil meninggalkan dunia drugs dan cintanya pada Syafania Kirana (Syafa) yang jadi pemacunya.

Menurutnya terlalu berat melepas Syafania Kirana (Syafa), bagaimanapun juga Syafania Kirana (Syafa) sangat berarti dalam kehidupannya. Gadis itu membawa perubahan besar dalam hidupnya. Dan kini haruskah ia lepas? Dia memang salah memasuki ruang di antara mereka berdua. Dia menjadi penghalang bagi cinta Syafania Kirana (Syafa) dan Marvel Andromedha (Marvel).
Andhika Kusuma (Dhika) takkan pernah sanggup, menjadi benalu pada pohon yang telah memberinya tempat untuk hidup. Dan dia telah memutuskan untuk pergi dari sisi Syafania Kirana (Syafa), walaupun itu akan terasa pahit bagi hati dan pikirannya.

Marvel Andromedha (Marvel)
Suatu hari Marvel Andromedha (Marvel) meminta Syafania Kirana (Syafa) untuk mendekati Andhika Kusuma (Dhika), dengan cara memberi perhatian dan kasih sayang.

Padahal saat itu Marvel Andromedha (Marvel) sedang menjalin cinta dengan Syafania Kirana (Syafa). Memang hubungannya dengan Syafania Kirana (Syafa), tidak ada satu pun teman mereka yang tahu.

Awal mula Marvel Andromedha (Marvel) meminta Syafania Kirana (Syafa) untuk mendekati Andhika Kusuma (Dhika), Syafania Kirana (Syafa) sempat menolak. Tapi Marvel Andromedha (Marvel) terus memaksa dengan alasan Andhika Kusuma (Dhika) sahabatnya dan ia tidak ingin Andhika Kusuma (Dhika) semakin terjerumus.

Dengan keyakinannya, Marvel Andromedha (Marvel) memastikan Andhika Kusuma (Dhika) pasti akan meninggalkan drugs setelah mendapat perhatian yang tulus dari Syafania Kirana (Syafa).