Selasa, 12 Januari 2010

Cinta Nggak Datang 2x (6-TAMAT)

Chapter 6
Nembak Afgan


“Apa, Cin?” Afgan nampak kaget, nggak percaya.

“Iya, Gan. Setelah gue pikir-pikir, gue timbang-timbang, gue rasa-rasa, kaya’nya sekarang saatnya kalau gue mau bilang sama lo, kalau gue…”

“Apa, Cin?” tanya Afgan nggak sabar.

“Gu… gue… gue nerima lo, Gan! Gue mau jadi pacar lo!” kata Cinta riang.

Afgan tersenyum. Lalu bengong karena tersadar.

“What???”

“Kita jadian, Bel! Gue sekarang jadi milik lo! Cewek lo! Gue mau sama lo!!”

“Tapi…”

“Tapi apa??? Udah deh. PD aja sama gue. Gue nggak bakal nuntut lo buat jadi cowok yang sempurna kok!”

“Tapi…”

“Apa? Jangan khawatir. Gue bakal nyayangin lo walau perlahan…” potong Cinta lagi.

“Tapi… maksudku… nggak mungkin Cinta. Aku baru jadian sama Arumi-teman sekelasku dua hari yang lalu… maaf ya… kamu nggak marah kan???” Kata Afgan pelan dan tegas.

Cinta bengong… Malu banget… Inilah. Kadang rumput tetangga emang lebih hijau. Bener banget pepatah itu… Dan sesuatu kadang tidak akan terulang untuk kedua kalinya….


TAMAT
Copyright Sweety Qliquers
www.dindasweet-86.blogspot.com

Cinta Nggak Datang 2x (5)

Chapter 5
Coba Aja Dulu!!


Hingga akhirnya, Cinta mendapat berita yang sangat menyesakkan hati. Suatu ketika Asthon ditangkap polisi gara-gara ketahuan memakai obat-obatan terlarang! Cinta SHOCK! Cinta STRESS berat!!!

“Udah, Cin. Hentikan mimpi Lo untuk menemukan cowok yang sempurna. Lihat apa yang ada di hadapan Lo. Tiap orang punya kelebihan dan kekurangan kok…. Lo tinggal sempurnakan kekurangan dia, dan Lo jadikan guru kelebihan dia…” komentar Olivia.

“Jadi?”

“Iya, terima aja si Afgan. Dia sabar, baik dan sayang sama lo. Jangan sampai lo kecewa. Belum tentu ada cowok yang lebih baik dari si Afgan. Yang sayang sama lo luar dalem!”

Cinta mulai memikirkan masukan sahabatnya. Hingga beberapa minggu kemudian, setelah merenung, setelah tanya kanan-kiri, setelah cari info tentang siapa Afgan, dengan PD dan yakin, Cinta ngajak ketemu Afgan, untuk ngajak Afgan pacaran.

Cinta Nggak Datang 2x (4)

Chapter 4
Tidak Ada Yang Sempurna


“Non, nggak ada yang sempurna di dunia ini. Mbok Nah rasakan banget. Dulu Mbok merasa punya suami tukang ojek itu paling sempurna dalam hidup Mbok, karena kemana-mana ada yang nganter, nggak perlu naik kebo. Ternyata selama Mbok nikah dengan tukang ojek, hidup Mbok juga susah! Lalu Mbok merasa paling sempurna hidup Mbok kalau nikah dengan lelaki yang kaya. Eh, Mbok dinikahi Pak Kades yang kaya raya. Ternyata Mbok disia-siain sama dia. Mbok jadi istri ke-dua belas…” si Mbok tersedu.

“Apa Mbok? Ke-dua belas???”

Si Mbok mengangguk.

“Belum selesai lagi Non. Si Mbok pernah merasa juga kalau laki-laki sempurna itu yang pinter berenang karena badannya keker. Ternyata nggak. Setelah nikah, dia masuk angin terus. Mbok tiap malam hanya ngerokin dia kerjaannya…” kata si Mbok pilu.

“Wah, Mbok playgril juga ya?” kata Cinta.

“Iya sih, Non…” Jawab Mbok Nah GR.

“Emang playgirl itu apa, Mbok?”

“Itukan kalau badan suka rematik?” jawab Mbok.

“Yeee, itu mah pegel Mbok!”

Si Mbok tetep nggak ngeh.

Cinta Nggak Datang 2x (3)

Chapter 3
Ternyata… Afgan Itu Baik

Begitu acara selesai Cinta langsung cabut. Pulang ke rumah, pengen cepet bobok. Capek…. Dan baru saja Cinta memejamkan mata, ia tersentak bangun.

“My Handphone!!!”

Cinta membongkar semua tasnya. NGGAK ADA! Dan ketika ia mencoba mengingat-ingat, tiba-tiba bel rumahnya berdentang.

“Mbok, buka pintu!”

“Mbok lagi sibuk, Non… Non aja yang buka pintu…” Jawab si Mbok.

Ih, makin bete deh. Si Mbok selalu begitu kalau disuruh. Ada saja alasannya. Cinta masuk ke ruang makan. Di ruang makan, si Mbok lagi nonton sinetron sambil nangis-nangis.

“Sibuk apaan sih, Mbok? Lagi nonton sinetron gitu dibilang sibuk! Maksa amat sih!!!”

“Iya, Non. Nonton sinetron kan juga sudah jadi salah satu kesibukan, si Mbok. Iya kan? Non buka pintu sendiri ya???” pinta Mbok Nah tulus.

Haduuhhhh……

Daripada lama, Cinta membuka pintu sendiri. Dan Cinta kaget setengah mati. Ternyata cowok yang dia temui di acara diskusi pelajar SMA se-DKI udah di depan pintu. Dengan senyumnya yang sederhana dan menyejukkan hati. Apaan sih?!?!

“Assalamu’alaikum….”

“Wa’alaikumsalam… Mau apa lagi sih? Mau nyeramahin ya? Aduh, udah deh. Ke mesjid aja sono…” kata Dara cuek.

“Cinta… aku ke sini mau…”

“Mau ngasih tahu kalo’ lo jago nyeramahin orang ya? Mau bikin gue jadi better? Lain kali aja deh! Gue mau bobok siang!”

“Tunggu, aku mau ngembaliin HP kamu. Tadi HP kamu aku temuin di bawah kursi waktu kita ikutan acara diskusi…” jawabnya tenang sambil menunjukkan HP Cinta.

WHAT???

“Hp-ku!!!” dengan cepat Cinta mengambil HP itu.

“Aduh, thanks banget! Baru aja kelimpungan nyari…” wajah Cinta lansung berubah Happy.

“Kebetulan tadi ada telepon masuk, dari teman kamu, Olivia. Aku nanya alamat kamu biar bisa balikin ni HP. Olivia yang ngasih tahu. Okay? Aku pamit dulu ya? Assalamua’alaikum…” Cowok itu siap meninggalkan rumah Cinta.

“Walaikumsalam. Tapi tunggu!”

“Ada apa…”

“Gue harus ngucapin tarima kasih sama Lo. Lo kan udah nolongin Gue. Minum dulu ya? Bikinin minum tamu panas-panas gini kan dapat pahala!” kata Cinta. Dan Cinta tersadar. Wah, kata-kata dia jadi ikut-ikutan baik.

“Asal nggak ngerepotin aja…”

“Nggak kok! Suer. Tunggu sebentar ya?” Cinta dengan happy menuju ke ruang makan.

“Mbok! Sini!”

“Ada apa, Non? Si Mbok sedang si…”

“Sibuk nonton sinetron? Udah deh, Mbok! Kali ini nggak ada alasan lagi. Bikinin minum ya?”

“Buat siapa, Non? Beliin teh botol aja ya? Yang praktis tapi nggak ekonomis!”

“Eh, si Mbok. Maunya enak aja. Bikinin es Sirup apa susahnya sih?” Cinta mulai bete. Abis pembokatnya itu maniak banget nonton sinetron Indonesia. Dari sinetron bermutu sampai yang tidak bermutu, semua sukses ditonton. Kali’ kalau ada kuis “Who Wants to be Millionaire” edisi sinetron, Mbok Nah pasti pemenangnya dan akan membawa hadiah ratusan juta rupiah. Semua dialog dia hapal, Scene berapa pas bintang utama nangis juga hapal.

Kembali ke masalah Cinta dan Afgan. Kini keduanya sudah saling duduk berhadap-hadapan di kursi.

“Makasih ya, lo baik banget. Sorry, gue sempet jutek sama lo…” Dara membuka percakapan.

“Nggak papa’. Aku seneng kamu sudah mau bersahabat denganku…” jawab Afgan nggak kalah senangnya.

Itulah awal pertemuan Cinta dengan Afgan. Dan sejak itulah Afgan terus mendekati Cinta. Tapi Cinta tetep keukeuh karena merasa Afgan bukan tipenya.

Cinta Nggak Datang 2x (2)

Chapter 2
Sosok Sederhana Bernama Afgan


Hingga suatu ketika, ketika Cinta datang di acara diskusi tentang “Pacaran Yang Sehat”, ia bertemu satu sosok sederhana bernama Afgan, yang duduk di sebelahnya saat seminar berlangsung. Pertemuannya, saat makan snack dengan cueknya pakai tangan kiri, Afgan langsung menyapanya.

“Kok nggak pake tangan kanan? Yang kanan baik-baik aja kan tangannya?” tegur Afgan sopan sambil tersenyum.

Cinta sadar. Ia memindah kue-nya ke tangan sebelah kanannya.

“Thanks…” itu saja yang keluar dari mulut Cinta. Dan keduanya meneruskan konsen berdiskusi. Cinta sih sadar kalau diam-diam Afgan sering meliriknya. Tapi Cinta nyante-nyante aja. Nggak ada keinginan untuk kenalan sama sekali. Dia nggak sekeren Asthon sih!

Nggak lama kemudian, ketika pulpennya jatuh, reflek Cinta dengan latah berucap, “e… copot!” lagi-lagi cowok itu berkomentar.

“Daripada bilang e… copot, mending baca istighfar. Kita kan harus jadi cerminan kebaikan?” katanya santai.

Ih, Cinta empet banget. Apa-apa dikomentari. Apa-apa diralat.

“Emangnya lo Ustadzah????? Dari tadi ngomentarin Gue terus!”

Afgan ketawa.

“Aku bukan Ustadzah. Ustadzah kan cewek…” Cowok itu tertawa lucu.

Ih, dengan bete Cinta pindah kursi ke depan. Aman, Nggak ada lagi yang komentar. Mau nungging kek, mau keselek kek. Bebas… nggak ada yang ngasih komentar lagi.

Cinta Nggak Datang 2x (1)

Chapter 1
Fans Berat Cinta


Inbox
From Afgan

Seperti kupu-kupu, tak pernah lelah aku mencarimu
Biarpun luka, aku tetap mengagungkan cinta
Hingga siang berganti malam, kamu adalah mimpi indahku
Tetaplah di sini, di hatiku…

Cinta sambil tersenyum, menutup SMS yang dikirim Afgan kepadanya. SMS ke seratus enam puluh kali, yang dikirim laki-laki sederhana itu, benar-benar menggetarkan hatinya.

“Kenapa, lo Cin? Dari Afgan lagi ya?”

“Yap. Ke seratus enam puluh kali!”

“Hah?!” Olivia melongo. “Sampe lo itungin gitu!”

“Lihat ni. Baca aja!” Cinta menunjukkan SMS Afgan pada Olivia, sahabatnya. Olivia menggeleng-geleng takjub.

“Gile. Romantis banget?! Dia cinta banget ama lo, Cin!” ucap Olivia.

“Iye. Gue tahu…”

“So? Tunggu apa lagi? Jadian aja. Apa sih susahnya???”

“Ya, lo tahu si Afgan kan?”

“Tahu. Emang kenapa? Dia baik. Tampangnya nggak jelek-jelek amat...”

“Ya, Gue tahu. Tapi gue nggak bisa nerima sikap dia…”

“Kenapa? Dia kurang tajir?”

“Nggak!”

“Dia kurang ngetop?”

“Bukan itu. Maksud gue, Afgan kan bukan tipe gue…” Akhirnya Cinta menjawab lirih.

“Aduh. Lo ini aneh banget. Kurang apa sih si Afgan? Lo mau cari cowok yang kayak apa sih?”

“Kayak Asthon…”

“Asthon Kutcher? Si bule blasteran norak itu???”

“Hush! Sembarangan. Dia itu bule keren. Cakep, putih, atletis, jago basket, royal banget, gayanya cuek, kalau pakai baju matching banget…”

“Aduh, Cin. Wake up. Asthon itu oke di luar aja. Dalemnya lo nggak tahu kan?”

Cinta menggeleng.

“Gue tahu ampe dalem-dalemnya!”

Cinta melongo.

“Maksud lo… ya ampun, Liv. Lo pernah ngintip dia mandi ya???” Cinta bengong dengan khusyu.

“Yeee, tulalit amat sih. Maksud gue tu, hatinya dia. Dia itu secara pribadi, kata Pak Ustadz secara akhlak, nggak baik! Dia itu suka gontai-ganti cewek! Intinya dia itu PLAYBOY!!!” papar Olivia.

“Gue ngerti. Tapi…”

“Udah deh. Lo terima aja si Afgan. Lo pasti bahagia dunia Akherat kalo sama dia!”

“Hiperbol baget sih lo. Masa’ sampe akherat?”

“Iya dong! Afgan itu kan cowok baek-baek, ya alim lah! Kalo kita pacaran sama cowok alim, siapa tahu nanti kita bakalan tertular alimnya. Terus kita jadi better….”

Cinta ngangguk-angguk ngantuk.

Yang jelas, Obsesi Cinta Pengen jadian sama Asthon sampai detik ini nggak juga ilang. Asthon anak baru yang keturanan Perancis.

Tapi udah berkali-kali Cinta ngedeketin Asthon, Asthon-nya cuek-cuek aja. Padahal Cinta tahu bener kalau Asthon nggak punya cewek tetap hingga detik ini.

Pendekatan lebih kenceng lagi? Gengsi dong ah…

Cinta Nggak Datang 2x (Sinopsis)

Created By Sweety Qliquers
(www.dindasweet-86.blogspot.com)

Cinta Nggak Datang 2X
Chapter 1 Fans Berat Cinta
Chapter 2 Sosok Sederhana Bernama Afgan
Chapter 3 Ternyata… Afgan Itu Baik
Chapter 4 Tidak Ada Yang Sempurna
Chapter 5 Coba Aja Duku!!
Chapter 6 Nembak Afgan


Sinopsis
Karena Shock dan stress berat setelah mendapatkan berita yang sangat menyesakkan hati, Asthon Kutcher (Pacar Idaman Cinta) ditangkap polisi gara-gara ketahuan memakai obat-obatan terlarang! Akhirnya Cinta Laura (Cinta) memutuskan untuk menerima cinta Afgansyah Reza (Afgan).

Cinta Laura (Cinta) memberanikan diri untuk menembak Afgansyah Reza (Afgan). Dan ternyata dua hari sebelum Cinta Laura (Cinta) nembak Afgansyah Reza (Afgan), Afgansyah Reza (Afgan) telah jadian dengan teman sekelasnya – Arumi Bachsin (Arumi).

Ya… Kadang rumput tetangga memang lebih hijau. Bener banget pepatah itu… Dan sesuatu kadang tidak akan terulang untuk kedua kalinya….
Nyesel kan lo Cin?


Karakter Tokoh Cinta Nggak Datang 2x :

Cinta Laura (Cinta)
Bermimpi mempunyai pacar idaman bule blasteran seperti Asthon Kutcher – teman satu sekolahnya yang keren, Cakep, putih, atletis, jago basket, royal, dan gayanya cuek. Tapi udah berkali-kali Cinta Laura (Cinta) ngedeketin Asthon, Asthon-nya cuek-cuek aja. Padahal Cinta Laura (Cinta) tahu bener kalau Asthon nggak punya cewek tetap hingga detik ini.Gengsi Cinta Laura (Cinta) terlalu gede untuk melakukan Pendekatan lebih kenceng lagi.

Olivia Jansen (Olive)
Sahabat Cinta Laura (Cinta), yang menyarankan untuk menerima cinta Afgansyah Reza (Afgan). Menurut Olivia Jansen (Olive), Afgansyah Reza (Afgan) itu cowok yang sabar, baik dan sayang sama banget sama Cinta Laura (Cinta). Belum tentu ada cowok yang lebih baik dari Afgansyah Reza (Afgan). Yang sayang sama Cinta Laura (Cinta) luar dalam.

Afgansyah Reza (Afgan)
Sosok pemuda sederhana yang sangat menyayangi Cinta Laura (Cinta).Yang mampu mengajarkan Cinta Laura (Cinta) untuk bersikap lebih baik dari sebelumnya. Tapi sayangnya cinta Afgansyah Reza (Afgan) tak pernah disambut oleh Cinta Laura (Cinta).

Asthon Kutcher (Pacar Idaman Cinta)
Pacar idaman Cinta Laura (Cinta). Bule blasteran perancis – anak baru di Cinta Laura (Cinta). Asthon ditangkap polisi gara-gara ketahuan memakai obat-obatan terlarang!