Selasa, 12 Januari 2010

Cinta Nggak Datang 2x (3)

Chapter 3
Ternyata… Afgan Itu Baik

Begitu acara selesai Cinta langsung cabut. Pulang ke rumah, pengen cepet bobok. Capek…. Dan baru saja Cinta memejamkan mata, ia tersentak bangun.

“My Handphone!!!”

Cinta membongkar semua tasnya. NGGAK ADA! Dan ketika ia mencoba mengingat-ingat, tiba-tiba bel rumahnya berdentang.

“Mbok, buka pintu!”

“Mbok lagi sibuk, Non… Non aja yang buka pintu…” Jawab si Mbok.

Ih, makin bete deh. Si Mbok selalu begitu kalau disuruh. Ada saja alasannya. Cinta masuk ke ruang makan. Di ruang makan, si Mbok lagi nonton sinetron sambil nangis-nangis.

“Sibuk apaan sih, Mbok? Lagi nonton sinetron gitu dibilang sibuk! Maksa amat sih!!!”

“Iya, Non. Nonton sinetron kan juga sudah jadi salah satu kesibukan, si Mbok. Iya kan? Non buka pintu sendiri ya???” pinta Mbok Nah tulus.

Haduuhhhh……

Daripada lama, Cinta membuka pintu sendiri. Dan Cinta kaget setengah mati. Ternyata cowok yang dia temui di acara diskusi pelajar SMA se-DKI udah di depan pintu. Dengan senyumnya yang sederhana dan menyejukkan hati. Apaan sih?!?!

“Assalamu’alaikum….”

“Wa’alaikumsalam… Mau apa lagi sih? Mau nyeramahin ya? Aduh, udah deh. Ke mesjid aja sono…” kata Dara cuek.

“Cinta… aku ke sini mau…”

“Mau ngasih tahu kalo’ lo jago nyeramahin orang ya? Mau bikin gue jadi better? Lain kali aja deh! Gue mau bobok siang!”

“Tunggu, aku mau ngembaliin HP kamu. Tadi HP kamu aku temuin di bawah kursi waktu kita ikutan acara diskusi…” jawabnya tenang sambil menunjukkan HP Cinta.

WHAT???

“Hp-ku!!!” dengan cepat Cinta mengambil HP itu.

“Aduh, thanks banget! Baru aja kelimpungan nyari…” wajah Cinta lansung berubah Happy.

“Kebetulan tadi ada telepon masuk, dari teman kamu, Olivia. Aku nanya alamat kamu biar bisa balikin ni HP. Olivia yang ngasih tahu. Okay? Aku pamit dulu ya? Assalamua’alaikum…” Cowok itu siap meninggalkan rumah Cinta.

“Walaikumsalam. Tapi tunggu!”

“Ada apa…”

“Gue harus ngucapin tarima kasih sama Lo. Lo kan udah nolongin Gue. Minum dulu ya? Bikinin minum tamu panas-panas gini kan dapat pahala!” kata Cinta. Dan Cinta tersadar. Wah, kata-kata dia jadi ikut-ikutan baik.

“Asal nggak ngerepotin aja…”

“Nggak kok! Suer. Tunggu sebentar ya?” Cinta dengan happy menuju ke ruang makan.

“Mbok! Sini!”

“Ada apa, Non? Si Mbok sedang si…”

“Sibuk nonton sinetron? Udah deh, Mbok! Kali ini nggak ada alasan lagi. Bikinin minum ya?”

“Buat siapa, Non? Beliin teh botol aja ya? Yang praktis tapi nggak ekonomis!”

“Eh, si Mbok. Maunya enak aja. Bikinin es Sirup apa susahnya sih?” Cinta mulai bete. Abis pembokatnya itu maniak banget nonton sinetron Indonesia. Dari sinetron bermutu sampai yang tidak bermutu, semua sukses ditonton. Kali’ kalau ada kuis “Who Wants to be Millionaire” edisi sinetron, Mbok Nah pasti pemenangnya dan akan membawa hadiah ratusan juta rupiah. Semua dialog dia hapal, Scene berapa pas bintang utama nangis juga hapal.

Kembali ke masalah Cinta dan Afgan. Kini keduanya sudah saling duduk berhadap-hadapan di kursi.

“Makasih ya, lo baik banget. Sorry, gue sempet jutek sama lo…” Dara membuka percakapan.

“Nggak papa’. Aku seneng kamu sudah mau bersahabat denganku…” jawab Afgan nggak kalah senangnya.

Itulah awal pertemuan Cinta dengan Afgan. Dan sejak itulah Afgan terus mendekati Cinta. Tapi Cinta tetep keukeuh karena merasa Afgan bukan tipenya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar