Selasa, 29 Desember 2009

Cewek Facebook (4)

Chapter 4
Gara-Gara Facebook


Kemarin ulangan Kimia dapat angka 5. Dua hari lalu, ulangan Fisika dapat kursi terbalik alias 4. Hari ini, ulangan Biologinya diberi nilai 3. Astaga! Bisa-bisa, enggak naik kelas nih. Batin Bella panik. Diliriknya Chelsea yang sedang senyam-senyum girang secara ulangan Biologinya mendapatkan angka 8,5.

“Chel…ajarin gue ya? Nilai-nilai gue jelek semua nih.” Pinta Bella dengan suara pelan. Chelsea menoleh. Matanya menatap galak.

“Enggak mau!” Sahutnya judes.

“Ih…kok gitu sih jawabnya! Masih marah ya sama gue karena dicuekin curhatnya kemaren?” Bella menowel pipi Chelsea.

“Sekali lagi sorry deh, Chelsea manis. Chelsea sohib gue yang baik. Marahnya jangan lama-lama dong.” Rayu Bella.

“Lo tuh sudah pinter, Bell. Enggak perlu diajarin lagi. Dulu, nilai-nilai ulangan lo ‘kan selalu bagus. Kenapa sekarang jadi anjlok? Fesbukan aja terus sampai jari-jari lo bengkak. Enggak usah belajar dan enggak usah sekolah
kalo perlu.” Cerocos Chelsea.

“Kok, jadi nyalahin facebook sih?” Bella pura-pura enggak mudeng.

“Ya iyalah…sejak lo kenal facebook, lo tuh jadi pemalas. Malas belajar, malas mencatat pelajaran. Belum lagi lo yang tiba-tiba jadi anti sosial. Enggak mau lagi diajakin hang out bareng. Enggak peduli sama sahabat. Jadi, buat apa Lo minta diajarin sama gue? Toh, lo lebih care sama teman-teman facebook-lo itu. Minta diajarin mereka aja. Kan teman facebook-Lo sudah mencapai ratusan orang. Masa, enggak ada satupun yang bisa bantuin lo sih?” Ucap Chelsea sepedas 10 cabe rawit.

“Mana mungkin gue minta bantuan mereka? Kenalnya kan cuma di facebook. Di dunia maya, bukan dunia nyata.” Dalih Bella.

“Begitu ya? Hmmm…tapi….kayaknya Lo lebih perhatiin ‘teman-teman maya’ ketimbang teman di dunia nyata. Lo rajin ngasih komentar setiap kali mereka update status. Lo selalu ingat siapa saja yang ulang tahun. Lo juga selalu punya waktu meladeni curhat mereka di kolom chat. So…sudah sewajarnya kalo Lo meminta bantuan mereka dan mereka.…. SEHARUSNYA nolongin Lo yang telah begitu baik dan perhatian.” Jawab Chelsea.

Bella terdiam. Hatinya tertohok. Benaknya berusaha mencerna semua ucapan Chelsea.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar