Jumat, 18 Desember 2009

Princess Hours (Episode 15)

Permintaan tersebut kontan membuat Chae-kyoung marah, ia memaki Shin sebagai orang yang tidak berperasaan. Namun apa yang dilakukan pria itu selanjutnya membuatnya kaget, sang suami memeluknya dan menyebut sulit untuk bertahan hidup tanpa Chae-kyoung.

Berita perkelahian Shin dan Yool akhirnya sampai ke telinga Permaisuri, dan seperti yang telah diduga kesempatan itu digunakan oleh Putri Hye-jong untuk menekan pihak istana. Yang cukup mengagetkan, berita tersebut dengan cepat tersebar di internet lengkap dengan foto saat terjadi pemukulan. Bisa ditebak siapa dalang dari semua itu.

Begitu Kaisar mendengar, ia langsung memanggil Shin dan memarahinya namun di luar dugaan sang putra mahkota mampu membalas sehingga pria yang sedang sakit-sakitan itu hanya bisa terdiam. Yang kocak adalah keluarga Chae-kyoung, yang sempat membayangkan Shin melakukan kekerasan pada anaknya setelah melihat foto-foto pemukulan tersebut.

Untuk meredam gosip, Putri Hyem-yeong mengusulkan supaya Shin dan chae-kyoung tampil dalam sebuah acara yang juga dihadiri dubes negara asing. Seperti yang diduga, keduanya langsung jadi buruan wartawan. Langkah yang diambil SHin cukup jitu : ia memeluk Chae-kyoung dan mencium pipinya.

Strategi tersebut ternyata cukup ampuh untuk meredam gosip yang beredar. Belakangan, Putri Hyem-yeong juga mengusulkan untuk mengadakan malam malam bersama yang juga dihadiri oleh Putri Hye-jong dan Yool. Suasana sempat berlangsung kaku, sampai Ibu Suri meminta supaya Yool segera menikah.

Sikap Yool yang dingin berubah ketika Chae-kyoung mendapat sedikit 'masalah' saat makan, semua langsung sadar makna semua itu. Masih belum puas, pemuda itu kembali memberikan komentar yang cukup mengagetkan saat sesi minum teh mengenai kerajaan, namun untungnya Raja cukup arif dalam memberi tanggapan.

Puncak acara hari itu adalah ketika dilakukan pengambilan foto keluarga kerajaan. Hal tersebut sempat membuat Chae-kyoung berpikir untuk membangun keluarga yang sesungguhnya, namun sudah tentu ia tidak berani mengutarakan secara langsung pada Shin. Kegembiraannya makin menjadi ketika mendapat tawaran untuk melihat matahari terbit bersama sang suami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar