Rabu, 16 Desember 2009

A Love To Kill (Episode 12)

Sambil menangis, ibu tiri Eun-seok meminta putrinya untuk memohon ampun pada Joon-seong dan meneruskan rencana pernikahannya. Keruan saja hati gadis itu makin tidak keruan, ia menemui Bok-gu di puncak sebuah gedung dan memeluknya dari belakang.

Mendengar suara Eun-seok yang seolah menyimpan beban berat, hati Bok-gu mulai goyah. Untuk menenangkan sang majikan, ia membawa gadis itu ke seuah tempa dimana banyak pepohonan dan tumbuhan. Namun di saat perasaan cintanya mulai berkobar, Bok-gu kembali teringat akan dendamnya.

Keduanya menghabiskan waktu bersama hingga hari gelap dan turun hujan, dan lagi-lagi Bok-gu melakukan hal yang pernah dilakukan Min-joo terhadap Eun-seok : melipat bagian bawah celana panjang gadis itu supaya tidak basah. Hatinya terasa sakit melihat wajah Eun-seok yang tidak keruan, ia mulai merasa mempermainkan perasaan wanita yang tidak bersalah.

Akibat kejadian yang berlangsung selama seharian tersebut, niat Eun-seok untuk menggelar konferensi pers membatalkan pertunangannya buyar karena sudah keduluan Joon-seong. Rupanya, sang ayah datang ke rumah direktur muda itu dan memohon supaya istrinya diampuni. Kali ini, posisi Eun-seok benar-benar terjepit.

Di rumah sakit sambil memijat Min-joo, Bok-gu teringat akan ucapan Eun-seok saat keduanya bersama dan mulai ragu akan hal yang dilakukannya. Sementara itu di tempat lain, Eun-seok akhirnya memutuskan untuk meneruskan rencana pertunangannya dengan Joon-seong karena ibu tirinya mengancam bakal pergi meninggalkan sang ayah.

Joon-seong langsung tersenyum penuh kemenangan melihat Eun-seok muncul dihadapannya untuk memohon, ia tahu kalau gadis itu siap melakukan apapun yang diinginkannya. Dengan sengaja, ia menelepon Bok-gu untuk melihat Eun-seok mencoba gaun pertunangan sekaligus memberi pesan tersirat bahwa pemuda itu sudah kalah.

Tanpa berkata apa-apa, Bok-gu kembali bertindak sebagai seorang pengawal sehingga Eun-seok yang duduk di bangku belakang merasa sedih. Tetesan air mata gadis itu akhirnya membuat Bok-gu tidak tahan lagi, ia mencium Eun-seok sambil merekam adegan tersebut. Rupanya, dendam yang dirasakan mampu mengalahkan rasa cinta yang dimilikinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar