Rabu, 06 Januari 2010

Maaf Terakhir (3)

Chapter 3
Tasya???

Sayup-sayup terdengar suara sirine Ambulance berselang-seling dengan suara petir. Sejenak suara petir terhenti. Suara sirine membuat hatinya semakin gelisah.

Kakinya terasa sedikit kaku, karena terlalu lama duduk bersila di sofa. Kemudian ia bangkit berdiri ke rak TV untuk mengambil remote dan memilih channel Metro TV untuk menonton berita. Di Metro TV sedang menayangkan berita kecelakaan mobil beruntun di jalan Tol. Mata Indra memang tertumpu pada layar TV, tetapi pikirannya entah melayang kemana.

Di luar... cahaya lampu mobil menyilaukan jendela rumahnya. Mungkin itu mobil tetangga sebelah yang baru pulang pikirnya.

”Ya ampun, pintu pagar belum aku kunci lagi. Ah, ya udahlah nanti aja tunggu hujan reda.” Gerutu Indra sendiri. Biasanya pintu pagar sudah terkunci, kalau ia tak punya rencana pergi kemana-mana.

”Indraa... Indraaa...” Suara lembut terdengar dari luar pintu. Indra bergegas bangkit dari sofa. Dan lamunannya lenyap begitu saja.

”Ya, tunggu sebentar.” Indra menjawab panggilan suara itu. Dengan langkah cepat ia menuju pintu dan membuka sedikit korden untuk melihat siapa yang bertamu kerumahnya malam-malam begini.

”Eh!! Tasya... udah sampai? Apa kabar sayang? Kok nggak langsung ke hotel sih?”

”Indraaaaa. Kenapa? Nggak suka kalo’ aku kesini dulu? Aku ke jakarta bukan mau ketemu recepsionis hotel, tapi aku mau ketemu kamu... Indra sayangku.”

”Ya nggak lah, masa’ ketemu tunangan sendiri nggak seneng sih.”

”Nggak suruh aku masuk duluh nih?”

”Eh, iya... iya. Masuk yuk, aku sampai lupa suruh kamu masuk. Habis kangen sih sama kamu.”

”Huu... Mulai bisa deh ngerayunya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar