Senin, 11 Januari 2010

Ketika Cinta Mulai Hadir (10)

Chapter 10
Detik-Detik Akhir Masa Lajang


Menghitung detik demi detik dipertemukannya dengan tunangan misterinya, Daniel bertambah gundah, entah kenapa makin hari hatinya terasa telah terisi dengan kehadiran seseorang.

“Jatuh cintakah aku?” tanyanya pada diri sendiri. Hanya tinggal dua minggu lagi… waktu memang cepat berlalu,” Daniel pun kini telah berubah tidak lagi berjalan seperti wanita-lemah lembut, suaranya juga sudah tidak seperti golongan lembut itu lagi, sekarang suaranya berwibawa. Ia memang telah menjadi seorang lelaki seutuhnya semua karena bantuan Mami dan Papinya.

“Sheila aku sudah jatuh cinta denganmu, kamu memang berbeda dari yang lain,” bisik hatinya.

“Sheila kenapa kita dipertemukan setelah aku bertunangan,” ia mengeluh.

“Mungkin takdir kita hanya sebagai teman.”

“Sheila aku mencintaimu… andai saja aku boleh mengatakan ini padamu…”

***

“Uhuk...uhuk...!!” Sheila tersedak, Orange Jus yang diminumnya tersembur mengenai Naila sahabatnya.

“Aduh sorry, sorry...” sempat ia memohon maaf pada Naila, ia masih mengusap dadanya.

“Siapa sih yang iseng lagi ngomongin gue?” Keluh Sheila kesal.

“Aduh Sheila basah deh baju gue, ya udah deh kalau kaya’ gini kita balik aja yuk.” Ajak Naila, tidak merasa nyaman dengan keadaan baju basah seperti itu.

“Aduh, lengket banget nih badan gue, entar malah semut-semut pada nempel semua ke gue..” sempat-sempatnya lagi Naila bercanda.

“Sorry La gue nggak bisa tahan lagi yang tadi. Jadi nyembur deh ke lo… sorry deh, sorry banget ya?”

“Ya udah deh yuk kita balik aja.” Niatnya ingin menghabiskan waktu bersama Naila sahabatnya, menghabiskan detik-detik masa lajangnya tapi. Ya... apa boleh buat.

***

“Julian... keren juga namanya. Tapi nggak kalah bagusnya lah ama nama gue, Sheila Natasya... hehe. Boleh juga, kaya’ nya memang jodoh nih,” batin Sheila ketika teringat akan tunangan misterinya.

Pernikahan mereka tinggal 7 bulan lagi, dan Mamanya sudah mewanti-wanti agar ia menggunakan pakaian yg feminim, tapi masalahnya Sheila nggak suka pakai gaun, ia lebih nyaman dengan pakaian yg selama ini ia pakai. “Aduh, masa’ pakai gaun sih, pakai celana kek’ Ribet…aduh pusing deh kepala gue.” Batinnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar