Selasa, 12 Januari 2010

Tak Seperti Janji Matahari (5)

Chapter 5
Aku Harus Pergi


“Helen... aku mau ngomong sesuatu sama kamu.” Mulutku terasa kelu untuk berkata-kata. Kami berdua tengah berjalan bersisian seusai pulang sekolah.

“Ngomong aja, Ren...”

“Ehmm.... aku akan berangkat ke Yogya....” balasku pelan. Aku takut dia akan kecewa.

“Oh ya? Kapan berangkatnya? Lama nggak di sana?” tanya Helen antusias. Hatiku mulai terasa seperti diiris-iris silet, perih.

“Minggu depan, aku mau diungsikan ke sana oleh Papa dan Mama, gara-gara ulahku di sekolah yang ugal-ugalan kemaren-kemaren itu....”

Kurasa ada air mata yang mulai menggenangi kedua bola mataku. Helen menatapku sedih, namun dia hanya berkata lembut, “Tapi, kamu akan kembali untuk aku, kan?”

Aku menatapnya lembut. Mungkin terlalu kecil usiaku untuk mendefinisikan arti cinta. Namun aku tahu, aku cinta Helen, malaikat yang membawa-ku kembali ke jalan yang benar.

“Aku harus sekolah di sana, sampai SMA. Nanti, kalau sudah mau kuliah, aku baru boleh pulang ke sini,” kataku pedih.

“Tapi kamu akan kembali untukku, kan?” desak Helen lagi.

Kutatapi wajah lembut namun tegar itu, lalu kuanggukkan kepalaku dengan pasti. Aku tak perlu lagi kata-kata untuk berjanji. Namun aku tahu, aku akan kembali untuk Helen. Itu akan menjadi janjiku di hati, janji yang pasti, seperti janji matahari. Akan bersinar keesokan hari, dan memang selalu ditepati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar